Bayi Diduga Dibuang Orang Tuanya di Toilet Masjid Kolaka Utara, Lahir 3 Jam Sebelum Ditemukan
Desi Triana Aswan July 18, 2026 08:48 PM

TRIBUNNEWSSULTRA, KENDARI - Penemuan jasad bayi laki-laki di dalam toilet Masjid Nurul Yaqin, Kelurahan Lapai, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Sabtu (18/7/2026), menggemparkan warga setempat.

Bayi malang tersebut diduga baru dilahirkan sekitar dua hingga tiga jam sebelum ditemukan.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ngapa, Inspektur Satu (Iptu) Andi Jusman, menyatakan bahwa berdasarkan keterangan tim medis, bayi tersebut diperkirakan dilahirkan dalam rentang waktu yang sangat singkat sebelum ditemukan oleh warga pada Sabtu pagi.

"Menurut keterangan dokter, bayi tersebut baru dilahirkan kurang lebih dua hingga tiga jam sebelum ditemukan," ujar Andi Jusman saat dikonfirmasi, Sabtu.

Peristiwa bermula saat warga melaporkan penemuan bayi tersebut kepada pihak kepolisian sekitar pukul 08.30 Wita.

Petugas segera merespons laporan tersebut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta melarikan bayi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, bayi dinyatakan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Terkait proses pemakaman, pihak Polsek Ngapa telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Lapai untuk memastikan jasad bayi segera dikebumikan secara layak.

Baca juga: Kronologi Penemuan Jenazah Bayi Laki-laki di Masjid Nurul Yaqin Kolaka Utara, Sempat Dikira Boneka

Sebelum penemuan itu, kecurigaan sempat muncul dari Ketua Pembangunan Masjid Nurul Yaqin, Haji Arif.

Pada pukul 06.00 Wita, Arif sempat melihat aliran air keluar dari salah satu bilik toilet menuju selokan.

Ia sempat memeriksa toilet dengan mengetuk pintu satu per satu, namun tidak menemukan adanya kejanggalan pada keran air saat itu.

Berdasarkan hasil olah TKP, petugas tidak menemukan adanya bercak darah di dalam toilet.

Selain itu, ditemukan fakta bahwa tali pusar bayi tersebut sudah terputus dengan sisa panjang sekitar satu sentimeter, mengindikasikan proses pemotongan dilakukan secara tidak profesional.

Pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi, di antaranya Haji Arif dan seorang warga bernama Pendi.

Namun, upaya mengungkap pelaku melalui bukti rekaman kamera pengawas (CCTV) masjid menemui jalan buntu.

"Ada CCTV, namun setelah kami berkoordinasi dengan panitia masjid, diketahui kamera tersebut sudah beberapa bulan tidak difungsikan karena mengganggu sistem suara di menara," ungkap Andi Jusman (*)

(TribunnewsSultra/Sugi Hartono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.