Presiden Argentina Javier Milei Ungkap Alasan Takhayul di Balik Keputusan Tak Hadiri Final Piala Dunia Melawan Spanyol
Hendra Wijaya July 18, 2026 08:19 PM

Presiden Argentina, Javier Milei, telah mengonfirmasi bahwa ia tidak akan melakukan perjalanan ke Stadion MetLife untuk menyaksikan final Piala Dunia melawan Spanyol. Pemimpin yang kontroversial itu menjelaskan bahwa ketidakhadirannya di ajang besar di New York tersebut sepenuhnya didasari oleh takhayul sepak bola yang telah lama ia anut, karena ia telah menyaksikan tujuh kemenangan sebelumnya dari rumahnya sendiri.

Milei menolak undangan final

Secara mengejutkan, Presiden Argentina itu memilih untuk tidak hadir di final Piala Dunia 2026 antara negaranya dan Spanyol di New York. Sementara para tokoh politik dunia dan pejabat tinggi FIFA bersiap untuk memadati stadion, Milei memilih tetap berada di Buenos Aires demi menjaga rutinitas uniknya. Pemimpin berusia 55 tahun tersebut menolak terbang ke Amerika Serikat agar tidak mengganggu keberuntungan La Albiceleste, karena ia telah menyaksikan semua tujuh kemenangan timnya di turnamen ini dari rumah.

Presiden ungkap kutukan pakaian

Politikus tersebut dikenal memiliki kepercayaan takhayul yang kuat. Selain memilih untuk mengurung diri di kediaman resminya, kepala negara Argentina itu juga mengungkapkan bahwa ia mengenakan jaket yang sama di setiap pertandingan, kecuali beberapa menit yang sangat ia sesali saat menghadapi Swiss, ketika La Albiceleste kebobolan gol penyama kedudukan dan bermain imbang 1-1 sebelum akhirnya menang 3-1 di perpanjangan waktu.

Berbicara kepada stasiun radio lokal El Observador, Milei menegaskan: “Tidak mungkin. Saya akan terus menonton semua pertandingan dari Olivos. Karena cuaca dingin dan saya tidak menyalakan pemanas, saya mengenakan jaket dengan warna perusahaan minyak. Pada hari pertandingan melawan Swiss, saya merasa sangat panas. Saya melepas jaket itu, dan kami kebobolan gol. Saya memakainya kembali, dan sejak itu saya tidak pernah melepasnya lagi.”

Sejarah politik penuh takhayul

Kecemasan mendalam Milei terhadap kutukan tersebut sejalan dengan sejarah panjang para presiden Argentina yang menghindari pertandingan penting agar tidak dicap sebagai pembawa sial, atau mufa. Tradisi nasional ini berawal dari masa pemerintahan Carlos Menem pada Piala Dunia 1990, ketika kunjungannya ke ruang ganti tim diikuti dengan kekalahan memalukan Argentina pada laga pembuka melawan Kamerun. Sejak saat itu, tidak ada satu pun presiden Argentina yang menjabat yang berani menginjakkan kaki di stadion tempat tim nasional bertanding dalam laga penentuan.

Laga puncak uji keberuntungan

Argentina memasuki final melawan Spanyol dengan catatan luar biasa, yaitu 14 kemenangan beruntun di semua kompetisi. Namun, sang juara bertahan dunia akan menghadapi ujian berat dari La Roja yang agresif, yang juga tidak terkalahkan dalam 17 pertandingan terakhirnya.

Lionel Messi, yang memimpin daftar pencetak gol turnamen dengan delapan gol bersama Kylian Mbappe, harus menembus pertahanan tangguh Spanyol untuk mempertahankan gelar tanpa dukungan langsung sang presiden di stadion.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.