Sempat Turun Sehari, Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Kembali Merangkak Naik
Mawaddatul Husna July 18, 2026 08:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Setelah sempat mengalami penurunan selama sehari pada Jumat (17/7/2026), harga komoditas kakao kering di tingkat petani di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh dilaporkan kembali merangkak naik pada Sabtu (18/7/2026).

Harga jual yang sebelumnya berada diangka Rp 78.000 per kilogram kini naik tipis sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 80.000 per kilogram.

Dipicu Pergerakan Pasar Sumatera Utara

Tauke pinang di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, Sabri alias Win membenarkan adanya kenaikan harga kakao.

Menurutnya, pergerakan harga di tingkat lokal ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar di luar daerah.

"Hari ini harga kakao kering di tingkat petani naik tipis Rp 2.000 per kilogram.

Saat ini harga kakao memang sedang naik di pasaran Sumatera Utara, sehingga harga beli di tingkat petani ikut menyesuaikan," ujar Sabri kepada TribunGayo.com, Sabtu (18/7/2026).

Meski mulai merangkak naik, tren harga saat ini sebenarnya jauh menurun dibanding periode sebelumnya.

Harga kakao kering di wilayah tersebut sempat menyentuh level tertinggi Rp 100.000 per kilogram sebelum akhirnya berangsur turun hingga ke kisaran Rp 80.000 per kilogram.

Fluktuasi Tinggi dan Stok Menipis

Keluhan terkait ketidakstabilan harga ini turut dirasakan oleh para petani setempat.

Saifullah, petani kakao asal Desa Lawe Loning Aman, menyebutkan bahwa harga komoditas ini sangat fluktuatif karena ketergantungan yang tinggi pada pasar Medan.

"Harga kakao kering di Aceh Tenggara ini tidak stabil, sehari naik besok bisa turun lagi karena selama ini patokannya harga Medan.

Saat ini stok kakao di tingkat petani sebenarnya sudah menipis, namun harga di pasaran belum juga maksimal," ungkap Saifullah.

Hal senada diungkapkan oleh petani kakao dari Desa Amaliah, Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, M Asbi.

Ia menilai fluktuasi harga ini akan terus terjadi selama daerah setempat belum mandiri dalam mengolah hasil panen.

Petani Harapkan Kehadiran Investor dan Pabrik Pengolahan

Sebagai solusi jangka panjang agar harga kakao lokal tetap stabil dan bernilai tinggi.

M Asbi berharap pemerintah daerah mampu menarik minat investor untuk berinvestasi di Aceh Tenggara.

"Aceh Tenggara harus memiliki pabrik pengolahan kakao sendiri. Jika kita punya pabrik, biji kakao kering akan dihargai lebih mahal di pasaran.

Kehadiran industri ini sangat penting untuk mendongkrak kesejahteraan dan perekonomian masyarakat petani kakao di sini," demikian M Asbi. (*)

Baca juga: Kelangkaan BBM di Aceh Tenggara akan Berdampak ke Harga Pinang Muda

Baca juga: Harga Pakan Ternak di Aceh Tenggara Naik per 20 Juli 2026

Baca juga: Sempat Tembus Rp 100 Ribu/Kg, Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Kini Turun Lagi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.