Yogyakarta (ANTARA) - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) mulai mempersiapkan kadernya untuk mengikuti kontestasi Pemilu 2029 melalui berbagai partai politik (parpol) setelah memutuskan keluar dari Partai Buruh.
Sekretaris Jenderal DPP ORI Ferri Nuzarli, di Gunungkidul, Sabtu, mengatakan keputusan meninggalkan Partai Buruh diambil karena ORI menilai sudah tidak lagi memiliki kesamaan arah perjuangan.
"ORI mulai melakukan pembenahan tata kepengurusan di seluruh provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat kecamatan," katanya.
Selain melakukan konsolidasi organisasi, ORI juga mulai menjalankan agenda politik menjelang Pemilu 2029 dengan mempersiapkan kader yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif maupun kepala daerah melalui berbagai partai politik.
"Kami sedang mengedarkan formulir kepada kader ORI yang ingin menjadi calon legislatif ataupun eksekutif melalui partai politik yang mereka pilih," ujarnya.
Menurut Ferri, setelah tidak lagi menjadi organisasi sayap Partai Buruh, sementara ini ORI memilih untuk tidak membentuk partai politik baru.
Sebagai gantinya, lanjut dia, organisasi tersebut akan mendorong kadernya maju melalui berbagai partai politik.
"Periode ini kami menitipkan kader secara bebas di seluruh partai, kami memiliki lebih dari 1,3 juta anggota dan masih banyak masyarakat yang ingin bergabung," katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan membentuk partai politik baru, Ferri menilai proses tersebut membutuhkan waktu, biaya, dan persyaratan yang tidak ringan.
"Membuat partai tidak mudah, membutuhkan biaya besar, sekarang sudah tahun 2026, sementara sekitar Agustus 2027 sudah mulai pendaftaran peserta Pemilu," ujarnya.
Ia mengatakan waktu yang tersedia dinilai terlalu singkat untuk memenuhi berbagai persyaratan pembentukan partai politik, termasuk pembentukan kepengurusan di seluruh provinsi.
"Saat ini kami baru menata organisasi di sekitar 20 provinsi, sepertinya waktunya tidak akan cukup apabila harus mengejar pembentukan partai baru," katanya.
Ferri menambahkan ORI didirikan untuk menghimpun dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, sekaligus mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi, perlindungan hak pekerja, serta pemenuhan hak-hak masyarakat.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ORI DIY Irsad Ade Irawan mengatakan pihaknya mendukung kader ORI untuk bergabung dengan partai politik sesuai pilihan masing-masing setelah proses peralihan dari organisasi sebelumnya.
"Partainya bisa fleksibel, yang penting setiap kader yang maju pada Pemilu tetap membawa misi kerakyatan yang sejalan dengan ORI dan visi perjuangan serikat buruh," katanya.
Ia menegaskan ORI akan terus mengawal kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekerja, melalui jalur diplomasi, politik, maupun aksi penyampaian aspirasi.
"Melalui cara itu kami dapat ikut mengawal berbagai kebijakan negara," ujarnya.





