Kampanye pra-musim Manchester United dimulai dengan cara yang kontroversial dan mengecewakan setelah mereka kalah 1-0 dari Wrexham di Helsinki. Meskipun banyak perhatian tertuju pada debut pemain anyar bernilai £50 juta, Andrey Santos, pertandingan itu berakhir dengan sorakan tidak puas dari penonton yang diarahkan kepada wasit setelah keputusan penalti di menit-menit akhir tidak diberikan.
Drama di akhir laga membuat para penggemar geram
Peluit akhir di Helsinki disambut dengan cemoohan keras terhadap tim wasit menyusul kekalahan perdana United di pra-musim. Dengan 20.069 penonton hadir di stadion, suasana berubah tegang pada menit-menit akhir ketika gelandang muda Dan Gore terjatuh di dalam kotak penalti. Meski tekanan kuat datang dari para pemain Setan Merah dan sorakan dari tribun, wasit tetap menolak memberikan penalti, yang memicu reaksi negatif saat para ofisial meninggalkan lapangan.
Walau hasil pertandingan di bulan Juli jarang memiliki arti jangka panjang, cara kekalahan ini jelas membuat frustrasi Michael Carrick. United berharap membuka jadwal musim panas mereka dengan kemenangan, namun justru harus menyesali kurangnya kreativitas dan peluang matang. Bagi Wrexham yang didukung oleh pemilik selebritas Hollywood, ini menjadi kemenangan terkenal lainnya untuk menambah koleksi mereka, setelah sebelumnya mengalahkan tim United 3-1 dalam tur Amerika Serikat 2023 di San Diego.
Santos jalani debut bersama Manchester United
Daya tarik utama bagi para pendukung United adalah debut pemain anyar senilai £50 juta itu. Gelandang asal Brasil berusia 22 tahun tersebut, yang didatangkan sebagai bagian dari perombakan besar di lini tengah, menjalani sore yang campur aduk dalam penampilan perdananya sejak bergabung dari Chelsea. Di awal laga, Santos terlihat belum menemukan ritmenya, dua kali kehilangan bola di area berbahaya. Namun secara bertahap ia menemukan tempo permainan, menunjukkan disiplin bertahan dan ketangguhan yang diharapkan Carrick musim ini.
Kedatangan Santos terjadi di masa transisi lini tengah United setelah kepergian Casemiro dan cedera lutut serius yang dialami Manuel Ugarte. Bersama rekrutan baru lainnya, Youri Tielemans, Santos diharapkan menjadi pilar utama dalam tim dengan wajah baru. Ketegangan awal terlihat saat ia terlibat adu mulut dengan pemain Wrexham, Sam Smith, yang dituduhnya bermain terlalu keras. Meski sempat bersitegang, Santos akhirnya beradaptasi dan menjalankan perannya sebagai gelandang bertahan nomor enam.
Mantan pemain akademi kembali menghantui Carrick
Dalam kisah yang terasa seperti ditulis untuk kamera serial “Welcome to Wrexham”, mantan pemain akademi Manchester United menjadi penentu kemenangan. Sam Smith, yang dilepas Setan Merah pada tahun 2014, menjadi duri bagi mantan klubnya. Smith memanfaatkan kelengahan sesaat di lini pertahanan United, menyelinap di tiang jauh untuk menyambut umpan silang akurat dari Lewis O’Brien. Gol tunggal itu cukup untuk memastikan kemenangan bagi tim asuhan Phil Parkinson yang bermain di divisi Championship.
Pemain senior United kesulitan menembus pertahanan kokoh Wrexham. Mason Mount nyaris menyamakan kedudukan di babak pertama ketika tendangan sudutnya hampir berbuah gol setelah Smith tanpa sengaja menyundul bola ke mistar gawangnya sendiri. Selain momen tersebut, susunan pemain utama pilihan Carrick kesulitan menciptakan peluang berbahaya sebelum sang pelatih memutuskan mengganti seluruh tim pada babak kedua.
Babak kedua penuh semangat muda namun belum cukup
Seperti lazimnya laga pra-musim, Carrick mengganti seluruh pemainnya di babak kedua, memberi kesempatan bagi para lulusan akademi Carrington untuk menghadapi tim Wrexham yang lebih berpengalaman. Dipimpin oleh Gore, para pemain muda United mampu menguasai tempo permainan untuk waktu yang cukup lama melawan pemain internasional berpengalaman seperti Kiffer Moore dan Conor Coady. Meski unggul dalam penguasaan bola dan permainan umpan pendek, para pemain muda United belum mampu memberikan ancaman berarti ke gawang cadangan Wrexham yang dijaga Danny Ward.