Pangdam XXI/Radin Inten Targetkan 64 Jembatan Perintis Garuda di Lampung Rampung Akhir Juli 2026
taryono July 19, 2026 12:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pangdam XXI Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menargetkan 64 Jembatan Perintis Garuda di Provinsi Lampung rampung pada akhir Juli 2026, termasuk pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.

Baca juga: Gagal Salip Truk Tangki di Jalan Mayor Zen Palembang, Pemotor Tewas Terlindas Ban Belakang

Kristomei menjelaskan, dari total 64 jembatan tersebut, terdiri atas 30 unit jembatan gantung, 24 unit jembatan armco, dan 10 unit jembatan beton.

"Seluruh proyek infrastruktur strategis ini ditargetkan selesai secara serentak pada akhir Juli 2026 untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Bumi Ruwa Jurai," kata Pangdam XXI Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Minggu (19/7/2026).

Ia mengatakan, masyarakat Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, kini segera memiliki akses jembatan yang lebih layak setelah sebelumnya mengalami keterbatasan mobilitas akibat pembangunan jembatan yang mangkrak sejak 2016.

"Melalui Program Jembatan Perintis Garuda yang diinisiasi Kodam XXI/Radin Inten, jembatan gantung ini dibangun untuk memulihkan konektivitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Kristomei.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan pedesaan.

"Kodam XXI Radin Inten menjadikan program ini sebagai salah satu prioritas strategis untuk menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat," katanya.

Pembangunan jembatan di Desa Kali Pasir juga mendapat perhatian pemerintah pusat. Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka sebelumnya meninjau langsung lokasi pembangunan tersebut di Lampung Timur.

Dalam kunjungan itu, Wapres Gibran menekankan pentingnya percepatan penyelesaian fasilitas penghubung yang selama bertahun-tahun menjadi akses vital masyarakat.

Kristomei menjelaskan, pembangunan jembatan perintis di Desa Kali Pasir dimulai melalui peletakan batu pertama (ground breaking) pada 1 April 2026.

Saat ini, jembatan gantung sepanjang 120 meter dengan lebar 2 meter tersebut telah berdiri dan memasuki tahap penyelesaian.

"Pembangunan jembatan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan dan gotong royong antara prajurit TNI Angkatan Darat, tenaga teknisi, serta masyarakat setempat," ujar Kristomei.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat mengembalikan akses warga yang sebelumnya terhambat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Desa Kali Pasir dan sekitarnya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.