Plafon Pasar Rakyat Gumumae Bula Jebol, Pedagang Terancam Tapi Tetap Bertahan
Ode Alfin Risanto July 19, 2026 07:02 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi bangunan Pasar Rakyat Gumumae di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, kian prihatin, Minggu (19/7/2026).

Sejumlah bagian plafon mengalami kerusakan hingga jebol, menyebabkan puing-puing bangunan jatuh ke area lapak pedagang.

Beruntung, puing bangunan tersebut tidak mengenai para pedagang yang menempati ruko tersebut.

Pantauan TribunAmbon.com, Minggu (19/7/2026), menunjukkan beberapa bagian plafon sudah ambruk.

Baca juga: Pemuda Tanjung Sial: Sikap Abdul Kadir Pelu Bukan Menolak, tapi Kawal Mekanisme Pemekaran

Baca juga: Harga Tomat dan Bawang di Pasar Gumumae Bula Stabil, Pasokan Aman Pasar Tetap Ramai

Rangka atap terlihat terbuka, sementara puing-puing plafon berserakan di lantai dan di dalam lapak pedagang.

Selain plafon yang rusak, sejumlah dinding bangunan tampak retak dan lembap.

Kondisi tersebut membuat para pedagang merasa tidak nyaman dan khawatir sewaktu-waktu material bangunan kembali runtuh.

Meski demikian, aktivitas jual beli di pasar tersebut tetap berlangsung seperti biasa.

Para pedagang memilih bertahan karena pasar menjadi satu-satunya tempat mencari nafkah bagi mereka.

Salah seorang pedagang, Mama Lan, mengaku nyaris menjadi korban saat puing plafon tiba-tiba jatuh di lokasi tempatnya berjualan.

"Ini barusan. Beta sementara duduk jualan, tiba-tiba puing plafon jatuh. Untung beta sempat menghindar, kalau tidak mungkin sudah kena," ujarnya.

Menurutnya, kerusakan plafon sudah terjadi cukup lama, namun hingga kini belum ada perbaikan dari pemerintah daerah.

"Setiap hari kami jualan dengan rasa takut. Kalau hujan atau angin, kami tambah khawatir karena plafonnya sudah rapuh," tandasnya.

Mama Lan juga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kondisi pasar.

Sebab, para pedagang tetap diwajibkan membayar iuran harian meski fasilitas yang digunakan sudah tidak layak.

"Setiap hari kami ditagih iuran Rp. 2 ribu. Kami tetap bayar karena itu kewajiban, tapi kami juga berharap pemerintah memperhatikan kondisi pasar ini," katanya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur segera melakukan perbaikan agar tidak ada korban akibat runtuhnya plafon pasar.

"Jangan tunggu ada yang tertimpa baru diperbaiki. Kami hanya ingin tempat jualan yang aman supaya bisa mencari nafkah dengan tenang," tutupnya.

Diketahui, Pasar Rakyat Gumumae merupakan salah satu pusat perdagangan utama di Kota Bula yang setiap hari dipadati pedagang dan pembeli.

Kerusakan bangunan dinilai perlu segera ditangani agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu dan keselamatan pengunjung tetap terjamin.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.