BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -Memasuki musim kemarau, sejumlah titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas II Syamsudin Noor di Kota Banjaru menyampaikan laporan terbaru mengenai pantauan titik panas di wilayah Kalsel.
Berdasarkan hasil deteksi satelit yang di perbarui tanggal 19 Juli 2026, terpantau sebanyak 102 titik panas yang tersebar di enam kabupaten berbeda dengan tingkat kepercayaan dari rendah, sedang hingga tinggi.
Titik hotpsot terbanyak terdapat di wilayah Kabupaten Tapin. Di daerah ini BMKG mendeteksi sebanyak 45 titik panas tersebar di Kecamatan Tapin Selatan, Lokpaikat, Candi Laras Selatan, Candi Laras Utara, Binuang dan Bungur.
Baca juga: BREAKING NEWS- Bus Tambang dan Minibus Pariwisata Tabrakan di Jorong Tanahlaut, 19 Orang Terluka
Baca juga: Heboh, Lansia Ditemukan Meninggal di Kebun Pelaihari, Berawal dari Tak Kunjung Pulang Sejak Siang
Kemudian, Kabupaten Banjar terdeteksi 29 titik panas yang tersebar di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Karangintan, Mataraman, dan Sungai Tabuk.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan terdeteksi 11 hotspot di Kecamatan Daha Selatan, Kalumpang, Padang Batung, Simpur, Sungai Raya
Kabupaten Balangan 5 titik hotspot di Kecamatan Halong, Juai dan Paringin. Kabupaten Tanahlaut 4 titik di kecamatan Panyipatan dan Batibati.
Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga terdeteksi 4 titik panas di Kecamatan Haruyan, Labuan Amas Selatan dan Labuan Amas Utara. Kabupaten Kotabaru 3 hotspot di Kalumpang Hilir, Kalumpang Tengah dan Pulau Laut Selatan. Dan Kabupaten Tanahbumbu 1 hotpsot di Mantewe.
Kepala Stasiun Meteorologi, Ota Welly Jenni Thallo, mengatakan hotpost yang terdeteksi bukan berarti titik terjadi kebakaran lahan.
Menurutnya, hotpost yang terdeteksi merupakan titik panas yang berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“(Hotpost) ini dateksi daerah-daerag suhu panas, yang berpotensi terjadi kebakaran,” katanya, Minggu (19/7/2026).
Semenatra itu, data deteksi hotpsot atau titik panas ini selalu diperbarui Stamet Syamsudin Noor setiap harinya.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)