Kenakan Jersey Albiceleste, Sanro Argentina di Pinrang Mabbaca-baca Demi Messi Angkat Trofi Pildun
Ansar July 19, 2026 12:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Sanro Argentina dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kembali  mabbaca-baca di kediamannya Dusun Kaluppang, Desa Massewae, Kecamatan Duampanua. 

Ritual itu menjelang final Argentina vs Spanyol di Stadion New York/New Jersey Amerika Serikat, pada Senin (20/7/2026). 

Sanro ini sudah beberapa kali mabaca-baca untuk Argentina.

Fans berat Arhentina itu adalah Haji Alimuddin Budung.

Ia selalu mengenakan jersey argentina, putih-biru bergaris-garis hitam di bagian lengan.

Mabbaca merupakan ritual baca doa ditujukan kepada seseorang, keluarga, atau hajat tertentu. 

Dalam tradisi Bugis-Makassar, makanan yang terhidang bukan objek disakralkan, melainkan bagian dari jamuan yang disantap bersama setelah doa selesai.

Haji Alimuddin Budung tampak duduk bersila di atas sajadah bermotif bendera Argentina, mengenakan jersey kandang tim nasional Argentina dan peci berwarna cokelat.

Kedua tangannya diangkat, mengisyaratkan sedang berdoa dengan khusyuk.

Di hadapannya tersaji berbagai hidangan dan perlengkapan yang tampak disusun sebagai bagian dari ritual, seperti nasi putih, telur rebus, buah-buahan, semangka, aneka makanan, serta beberapa wadah dan perlengkapan lainnya.

Latar ruangan didominasi tirai hijau, sementara di bagian tengah terlihat bendera Argentina berukuran kecil ditempel pada gorden, semakin menegaskan dukungan terhadap tim berjuluk La Albiceleste.

Ekspresi wajah pria tersebut terlihat serius dan fokus selama prosesi berlangsung.

Sanro alias pecinta garis keras Argentina, Haji Alimuddin Budung mengungkapkan kecintaan mendalamnya terhadap tim nasional sepak bola Argentina. 

Sanro Argentina H. Alimuddin Budung, Pecinta Garis Keras Argentina
PILDUN 2026 - H. Alimuddin Budung, Pecinta Garis Keras Argentina yang kini dijuluki Sanro Argentina asal Pinrang sedang mabbaca-baca di kediamannya Kaluppang, Minggu (19/7/2026). Totalitas Alimudding dalam mendukung Argentina menunjukkan gairah sepak bola yang melintasi batas profesi. 

Dukungan tersebut ternyata sudah mulai tertanam sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar.

"Awalnya waktu kita kecil kita masih dengar namanya Maradona," ujar Alimuddin mengenang masa kecilnya kepada Tribun-Timur.com, Minggu (19/7/2026). 

Pria hobi sepak bola saat masih mondok sangat mengagumi sosok mendiang Maradona yang merupakan legenda besar sepak bola asal Argentina.

Bakat hebat Maradona menjadi inspirasi utama baginya yang saat masa kecil juga aktif bermain bola.

Sejak saat itu, rasa simpati dan kekaguman terhadap tim berjuluk Albiceleste tersebut mulai muncul.

Selain sosok Maradona, ia kini sangat mengidolakan sang megabintang dunia, Lionel Messi.

Ia menilai Lionel Messi adalah pengejawantahan dari nomor punggung sepuluh yang sangat sakral.

Nomor punggung sepuluh dianggapnya sebagai angka keramat bagi setiap bintang lapangan hijau Argentina.

Mantan Ketua Partai PKB ini merasa pola permainan yang diperagakan tim Argentina saat ini sangat memanjakan mata.

Ia sangat meyakini timnas Argentina akan kembali berjaya pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang.

Keberhasilan menjuarai edisi 2022 menjadi modal kepercayaan diri bagi anak asuh pelatih Lionel Scaloni.

"Insyaallah haul yakin 2026 ini akan dimenangkan lagi oleh Argentina," tegas Ali dengan penuh keyakinan.

Strategi tangan dingin pelatih Lionel Scaloni dinilai telah membuat kekuatan tim menjadi sangat solid.

Ia secara khusus sangat menyukai gaya permainan sabar dengan aliran bola dari kaki ke kaki.

Gaya permainan tersebut dianggap sangat pas untuk menunjukkan seni mengolah si kulit bundar secara indah.

Sebagai bukti kecintaan, ia bahkan telah mengoleksi berbagai model jersei tim nasional Argentina.

Jersei ikonik berwarna biru putih serta biru polos menjadi koleksi kebanggaannya selama ini.

Menjelang laga melawan Spanyol, sang Sanro tetap menaruh rasa optimistis terhadap skuad Argentina.

Ia mengakui, Spanyol adalah tim kuat namun tetap memiliki peluang besar untuk dikalahkan.

Menurutnya, Argentina memiliki sejarah lebih mentereng dengan koleksi total tiga gelar juara dunia.

Lionel Messi dianggapnya sebagai sosok kapten yang mampu mengatur tempo serta irama permainan tim.

Ia menekankan, kemenangan dalam sepak bola bukan hanya ditentukan oleh aksi individu semata.

Dalam pandangannya, konsep ta'awun atau kerja sama kolektif sangatlah penting dalam sebuah tim.

"Dalam konteks Islam itu adalah ta'awun atau saling membantu," jelas sang Sanro memberikan perumpamaan.

Lini belakang hingga lini tengah tim Argentina disebutnya sudah memiliki koordinasi yang sangat apik.

Meski demikian, kehadiran Messi tetap menjadi kunci utama sebagai pembeda di setiap laga penting.

Akurasi umpan-umpan matang dari Messi dinilai menjadi faktor penentu utama terciptanya gol ke gawang lawan.

Sang Sanro pun senantiasa mendoakan agar timnas Argentina diberikan kemenangan dalam setiap pertandingan.

Ia juga secara tegas meminta agar urusan hobi sepak bola tidak dicampuradukkan dengan masalah agama.

Olahraga sepak bola baginya adalah sarana hiburan yang mengedepankan sportivitas serta nilai kekompakan tim.

Ia mengaku sangat terkesan dengan kerja sama tim Argentina yang bermain begitu luar biasa.

Lionel Messi disebutnya sebagai penggerak utama tim baik dari posisi tengah maupun sisi sayap.

Totalitas Alimudding dalam mendukung Argentina menunjukkan gairah sepak bola yang melintasi batas profesi.

Laporan wartawan Tribun-Timur.com/Moh Faizal Lupphy S. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.