Lazismu Kota Yogyakarta Gulirkan Beasiswa untuk 210 Anak Asuh di 14 Kemantren
Muhammad Fatoni July 19, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Problematika rantai keterbatasan anak usia sekolah terhadap akses pendidikan coba diurai Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Yogyakarta 

Berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah, program anak asuh pun digulirkan, dan sudah merambah ratusan penerima manfaat secara merata di seluruh wilayah Kota Pelajar.

Capaian riil tersebut mengemuka di sela agenda Festival Anak Asuh Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026), bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional.

Dalam gelaran yang berlangsung di Panti Asuhan Yatim Putra Muhammadiyah tersebut, sejumlah perwakilan anak asuh dari masing-masing kemantren menerima "bingkisan kebahagiaan" dari Lazizmu.

​Sekretaris Lazismu Kota Yogyakarta, Harjanti, membeberkan hingga pertengahan tahun ini realisasi program jaminan pendidikan berkelanjutan tersebut sudah menyasar sebanyak 210 anak. 

​"Yang sudah terealisasi saat ini ada 210 anak. Skemanya kami bagi rata, yaitu ada 15 anak per cabang. Total di Kota Yogyakarta sendiri kan ada 14 cabang atau kemantren, jadi semua wilayah sudah terakomodasi," ungkapnya.

​Harjanti menambahkan, 210 anak yang terjaring dalam realisasi tahap ini mencakup jenjang pendidikan yang sangat luas, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi. 

Menurutnya, program tersebut dirancang sebagai intervensi jangka panjang melalui bantuan biaya pendidikan, serta pengawasan karakter secara berkala.

"Selain di-cover biaya pendidikannya, pembinaan juga dilakukan. Mereka kami pantau perkembangannya. Kalau misalnya melakukan hal-hal negatif, seperti kenakalan remaja dan semacamnya, nanti bisa diputus beasiswanya," katanya.

​Kendati telah merealisasikan bantuan untuk ratusan anak, Lazismu menegaskan langkah ini baru permulaan dan bakal semakin diperluas secara bertahap.

Pihaknya mematok target besar untuk menjaring hingga 2.000 anak asuh pada masa mendatang, dengan sasaran jangka pendek mengampu 1.000 anak di tahun ini.

​"Tentu pergerakannya bertahap, tidak bisa sekaligus. Melalui program anak asuh ini, kami mengetuk hati para donatur untuk menghimpun dana. Karena Lazismu memiliki izin sah secara hukum, penyaluran dan realisasinya kami jamin transparan, lengkap dengan pelaporan rutin tiap semester ke Baznas dan Kemenag," tegasnya.

Baca juga: Mengenal Tombak Kyai Wijaya Mukti, Pusaka Peninggalan Sri Sultan HB VIII Milik Pemkot Yogyakarta

Respons Positif

​Realisasi konkret penyaluran bantuan pendidikan oleh Lazismu yang menyentuh seluruh kemantren ini mendapat respons positif dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori.

Ia menilai, kehadiran program anak asuh menjadi jawaban atas keterbatasan ekonomi yang kerap menjegal langkah anak-anak berprestasi di wilayahnya.

​"Saya tadi sempat mengobrol langsung dengan anak-anak yang hadir, mereka pintar-pintar semua. Melalui realisasi program anak asuh dari Lazismu ini, keterbatasan kemampuan ekonomi keluarga bisa teratasi sehingga tumbuh kembang dan hak pendidikan mereka tetap terpenuhi," ujarnya.

​Melihat sebaran realisasi yang sudah menyentuh 14 kemantren, Budi menegaskan bahwa langkah Lazismu ini menjadi suplemen penting bagi sektor pendidikan di Kota Pelajar.

Terlebih, program teraebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Yogyakarta, yang tidak mungkin bisa berdiri sendiri tanpa sokongan elemen masyarakat.

​"Pemerintah punya keterbatasan dan tidak bisa bekerja sendiri. Harapan kami, angka realisasi 200-an anak ini bisa terus didorong, agar semakin banyak anak-anak di Kota Yogyakarta yang terselamatkan pendidikannya," pungkasnya. (*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.