Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo
Haorrahman July 19, 2026 01:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Puluhan ribu jemaah menghadiri Haul Masyayikh Nusantara yang digelar di Alun-alun Situbondo, Jawa Timur, Minggu (19/7/2026). Jamaah yang tergabung dalam Sholawat Nariyah tersebut datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan sebagian berasal dari Malaysia.

Sejak Sabtu (18/7/2026), para jamaah mulai berdatangan ke Situbondo. Kepadatan massa tidak hanya terlihat di kawasan Alun-alun Situbondo, tetapi juga memanjang hingga Jalan PB Sudirman.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sekitar 200 pengasuh pondok pesantren beserta para nyai dari wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Sejumlah tokoh juga tampak hadir, di antaranya Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas.

Baca juga: Majelis Hakim PA Situbondo Putuskan Perwalian Dua Anak Yatim asal Kapongan Jatuh ke Neneknya

Iuran Jemaah

Ketua Panitia Haul Masyayikh Nusantara, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan penyelenggaraan kegiatan sepenuhnya merupakan inisiatif Jamaah Sholawat Nariyah yang dipimpin KHR Kholil As'ad Syamsul Arifin bersama para kiai.

"Saya posisi bukan sebagai bupati, tapi saat ini sebagai ketua panitia," ujar Rio di sela kegiatan.

Ia menegaskan seluruh pembiayaan acara berasal dari iuran jamaah dan tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.

"Kegiatan ini murni dilaksanakan jamaah Sholawat Nariyah," katanya.

Rio menjelaskan tujuan utama haul adalah mendoakan para ulama, masyayikh, dan tokoh bangsa yang telah wafat.

"Semua ulama dan masyayikh serta tokoh-tokoh yang telah mendahului kita, kita doakan dan berharap ada barokah untuk Indonesia yang lebih baik lagi," ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan daftar undangan terdapat sekitar 200 kiai beserta para nyai yang hadir, sehingga total tamu kehormatan dari kalangan pesantren mencapai sekitar 400 orang.

Baca juga: Gelombang Pasang dan Banjir Rob Rusak 7 Rumah Warga di Pesisir Situbondo

Warga Gotong Royong

Rio mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Situbondo yang bergotong royong menyambut para tamu.

"Yang membuat saya terkesima, masyarakat secara serempak membuat nasi gulung yang akan diberikan kepada tamu-tamu dari luar daerah. Jamaah datang dari seluruh Indonesia, bahkan ada yang berasal dari Malaysia," jelasnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan kegiatan ini menjadi agenda rutin, Rio mengatakan keputusan tersebut akan diserahkan kepada KHR Kholil As'ad Syamsul Arifin dan Jamaah Sholawat Nariyah.

"Yang saya dengar, Haul Masyayikh ini akan digelar setiap lima tahun sekali," katanya.

Mantan Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam Haul Masyayikh Nusantara.

"Ya, mudah-mudahan mencari kemudahan bersama," ujarnya.

Ia menilai pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan efisien meski dihadiri puluhan ribu jemaah.

"Para ulama dan masyarakat bisa berkumpul bersama, ini luar biasa. Semoga keberkahan tidak hanya untuk Situbondo, melainkan juga untuk Indonesia," katanya.

Baca juga: Dua Kapal Nelayan Bertabrakan di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Tenggelam

1.500 Personel Disiagakan

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Siddigie mengatakan kepolisian berkomitmen mengamankan seluruh rangkaian Haul Masyayikh Nusantara 2026.

Untuk mendukung pengamanan, sebanyak 1.500 personel diterjunkan, terdiri atas anggota Polres Situbondo, personel Batalyon TB, serta didukung Banser, tenaga medis, dan relawan.

"Rinciannya, Polres Situbondo sebanyak 400 personel, Batalyon TB sebanyak 80 personel, dan dibantu Banser, tim medis serta tim relawan," jelas Bayu.

Guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, polisi menyiapkan sejumlah jalur alternatif dan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.

"Untuk jalur kuning sudah mulai kita geser dan kendaraan besar untuk sementara waktu dihentikan," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.