TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tukangkayu di Kelurahan Tukangkayu, Kabupaten Banyuwangi, sebagai salah satu koperasi terbaik di Jawa Timur. Model pengelolaan koperasi yang terintegrasi dengan berbagai program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dinilai layak menjadi rujukan bagi KDKMP di daerah lain.
Saat mengunjungi KDKMP Tukangkayu, Sabtu (18/7/2026), Khofifah mengatakan sinergi antara koperasi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang lebih kuat.
"Program KDKMP di sini diorkestrasikan bersama Pemkab. Saya rasa ini akan menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan yang mampu membangun ekosistem ekonomi yang lebih maju dan bergerak," kata Khofifah.
Baca juga: Banyuwangi Ethno Carnival, Harmoni Budaya Lokal di Panggung Dunia
Khofifah mengungkapkan Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan capaian terbaik dalam pengelolaan KDKMP di Indonesia. Sebanyak 1.097 KDKMP telah beroperasi di berbagai daerah di Jawa Timur.
Secara keseluruhan, koperasi-koperasi tersebut membukukan omzet sekitar Rp 20 miliar dan berkontribusi lebih dari separuh total omzet KDKMP secara nasional.
Menurut Khofifah, KDKMP Tukangkayu bahkan masuk dalam 10 besar koperasi dengan kinerja terbaik di Jawa Timur. Ia optimistis performa koperasi tersebut akan semakin meningkat setelah menempati gerai baru.
"KDKMP Tukangkayu masuk ke dalam 10 besar data Jatim. Apalagi nanti jika sudah pindah ke gerai yang baru, tentu semangat dari tim pengelola, dengan koordinasi pemerintah daerah, akan semakin kuat," ujarnya.
Baca juga: Menkes Resmikan Oasis Wangi, Layanan Konsultasi Kesehatan Hasil Kolab Banyuwangi dan Noora Health
Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini juga melakukan identifikasi terhadap KDKMP yang telah beroperasi optimal agar dapat memperoleh akses distribusi berbagai kebutuhan pokok bersubsidi.
Komoditas yang menjadi perhatian meliputi beras SPHP, MinyaKita, gula, serta elpiji 3 kilogram. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau melalui koperasi.
"Fokus utamanya adalah akses terhadap sembako. Saya ingin memastikan ketersediaan komoditas penting seperti beras SPHP, MinyaKita, gula, dan elpiji 3 kg di KDKMP yang telah beroperasi," ujar Khofifah.
Ia menambahkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap KDKMP harus diimbangi dengan ketersediaan stok barang. Menurutnya, keberlangsungan koperasi sangat bergantung pada dukungan seluruh ekosistem, mulai dari pemerintah hingga pemasok.
Baca juga: Puluhan Turis Mancanegara Ikut Tampil di Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Jadi Ruang Interaksi Budaya
"Ketersediaan ini harus dijaga oleh ekosistem semuanya. KDKMP bisa berjalan secara produktif jika seluruh ekosistem ini memberikan dukungan," katanya.
Ketua KDKMP Tukangkayu Imam Maskun menjelaskan koperasi yang beroperasi di Jalan Kepiting Nomor 47 tersebut mencatat omzet rata-rata antara Rp 150 juta hingga Rp200 juta setiap bulan.
Pendapatan tersebut berasal dari penjualan berbagai kebutuhan pokok di gerai sembako yang mendapat dukungan pasokan dari sejumlah badan usaha milik negara.
Menurut Imam, koperasi bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga untuk distribusi elpiji serta Bulog untuk penyediaan beras SPHP. Ia berharap akses distribusi barang-barang bersubsidi dapat semakin dipermudah.
"Jadi di gerai sembako ini, kami bersinergi untuk suplai bahan-bahan. Untuk BUMN, kami disuplai dari Pertamina Patra Niaga dan juga dari Bulog. Tadi kami meminta dengan amat sangat kepada Ibu Gubernur supaya akses barang-barang subsidi itu diperlancar," kata Imam.
Ia menambahkan, komoditas yang paling banyak diminati masyarakat di KDKMP Tukangkayu adalah produk-produk bersubsidi dari pemerintah, terutama beras SPHP, MinyaKita, dan elpiji 3 kilogram. Karena itu, kelancaran distribusi dinilai penting agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.