Inggris Raih Medali Perunggu Piala Dunia dalam Laga 10 Gol, Hat-trick Bukayo Saka Kalahkan Rekor Kylian Mbappé
Hendra Wijaya July 19, 2026 01:58 PM

Inggris berhasil meraih medali perunggu Piala Dunia setelah menang dramatis 6-4 atas Prancis dalam pertandingan penuh gol yang memecahkan rekor. Laga perebutan tempat ketiga ini memang dikenal sebagai salah satu pertandingan dengan skor tinggi di setiap turnamen, dan kali ini tidak mengecewakan. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, sebelumnya menyebut pertandingan ini sebagai laga “yang tidak ada tim ingin mainkan”, namun hal itu tidak terlihat di lapangan saat The Three Lions dan Les Bleus saling beradu dalam laga paling produktif untuk perebutan posisi ketiga sepanjang sejarah Piala Dunia.

Dua babak penuh drama

Declan Rice membuka keunggulan Inggris hampir seketika setelah kick-off, dengan sepakan melengkung jarak jauh dari 25 yard yang melewati Mike Maignan. Umpan buruk Désiré Doué berhasil diintersep dan memicu serangan, menghasilkan tendangan yang seharusnya bisa diselamatkan oleh kiper Prancis tersebut. Namun demikian, gol itu menjadi awal penting bagi tim Inggris yang sebelumnya dikritik keras atas kekalahan mereka dari Argentina di semifinal.

Termotivasi untuk menebus kesalahan, Inggris terus menekan selama 45 menit pertama. Rice kembali berperan penting pada menit ke-20 dengan tendangan sudut melengkung yang tepat menemukan Ezri Konsa, yang menanduk bola dengan sempurna untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

The Three Lions tidak mengendurkan serangan. Serangan balik cepat membuat Maignan keluar dari gawang terlalu cepat, meninggalkan celah yang dimanfaatkan Bukayo Saka untuk mencetak gol ketiga Inggris. Namun bintang Arsenal itu belum berhenti.

Eberechi Eze memberikan umpan terukur kepada Saka yang berlari cepat melewati bek lawan sebelum mencetak gol spektakuler lainnya. Tim asuhan Tuchel menutup babak pertama dengan dominasi total dan seolah sudah menggenggam medali perunggu, tetapi Prancis bangkit di babak kedua.

Kylian Mbappé langsung mencetak gol setelah jeda, memanfaatkan serangan balik cepat untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 4-1. Bradley Barcola menambah gol lain lewat serangan balik, dan Michael Olise memberikan assist indah kepada Mbappé yang mencetak gol keduanya, membuat skor menjadi 4-3 dan menekan Inggris.

Dengan gol keduanya itu, Mbappé mencatatkan total 22 gol di Piala Dunia sepanjang kariernya, melewati Lionel Messi dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Prestasi luar biasa ini diraih di usia 27 tahun, meski Messi masih memiliki kesempatan untuk merebut kembali rekor tersebut di final hari Minggu. Sepuluh gol Mbappé juga menempatkannya di puncak klasemen peraih Sepatu Emas sementara.

Assist dari Olise merupakan yang keenam di turnamen ini, menyamai rekor Pelé sebagai pemain dengan assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Namun Olise harus menyesali dua peluang emas yang gagal dimanfaatkannya untuk menyamakan kedudukan.

Inggris memanfaatkan kelengahan Prancis di sisi lain lapangan. Malo Gusto menjatuhkan Djed Spence di kotak penalti, memberikan kesempatan bagi Saka untuk mengeksekusi penalti pada menit ke-87. Dengan tenang, Saka menuntaskan tugasnya dan membawa Inggris unggul 5-3. Meski demikian, Prancis belum menyerah.

Ousmane Dembélé memanfaatkan kesalahan pertahanan Inggris untuk mencetak gol keempat Prancis dengan mudah. Namun keunggulan awal Inggris terlalu sulit dikejar. Pemain pengganti Jude Bellingham kemudian menutup laga dengan gol indah — menggiring bola melewati tiga bek Prancis sebelum menaklukkan Maignan dan memastikan kemenangan luar biasa 6-4. Gol itu menjadi gol ketujuh Bellingham di turnamen ini, memecahkan rekor Inggris dan memastikan pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia sejak tahun 1966.

Pemain terbaik

Di mana saja gol-gol seperti ini sebelumnya, Bukayo Saka?!

Saka sudah lama dianggap sebagai pemain dengan potensi kelas dunia, namun cedera dan inkonsistensi membuatnya belum mencapai level tersebut. Pada Sabtu ini, ia membuktikan kualitasnya dengan mencetak hat-trick — tiga gol pertamanya di turnamen — dan tampil luar biasa menghadapi Kylian Mbappé yang berusaha membawa Prancis bangkit.

Ketenangan Saka saat mengeksekusi penalti, mengingat sejarahnya dalam situasi serupa bersama tim nasional, sangat luar biasa. Ini bisa menjadi langkah besar bagi pemain berusia 24 tahun itu, yang diprediksi akan berperan penting dalam upaya Arsenal mempertahankan gelar musim ini.

Pemain terburuk

Peluit akhir pertandingan? Karena laga ini memang sangat menghibur.

Namun secara serius, Mike Maignan — yang dikabarkan diminati sejumlah klub Liga Primer — tampil kurang meyakinkan. Setidaknya ada dua gol yang seharusnya bisa ia selamatkan, dan beberapa kali posisinya terlihat kurang tepat.

Sementara itu, Michael Olise meskipun tampil bagus, tetap harus menyesali dua peluang emas yang gagal dimanfaatkan yang bisa saja membawa Prancis menyamakan kedudukan.

Penilaian pertandingan (dari lima): ⭐⭐⭐⭐⭐

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.