Agrowisata Sawah Nujau Hijau Gantung Gandeng PLN Bersiap Buka Wisata Malam
Rusaidah July 19, 2026 02:22 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Agrowisata Sawah Nujau Hijau di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Belitung Timur rupanya membawa dampak berantai yang positif.

Sawah seluas 1,8 Hektare (Ha) yang dihiasi jembatan kayu dan warung UMKM lokal ini berhasil memicu semangat bagi para petani sekitar.

Jika kita menyusuri jalan tanah merah berbatu di pintu masuk, akan terlihat perbedaan antara lahan wisata dan lahan sawah milik warga. 

Menariknya, sejak lokasi wisata ini ramai dikunjungi orang, lahan-lahan di sekitarnya yang puluhan tahun dipenuhi semak kini mulai dibersihkan oleh para pemiliknya. 

Gairah petani untuk ikut menanam padi kembali bangkit melihat suksesnya lahan percontohan yang dikelola oleh pihak desa.

Baca juga: 605,5 Kg Timah Modus Kirim Ikan Asin Gagal Diselundupkan, Dikemas Pakai Kardus Minyak Goreng

Tepat di samping kawasan wisata misalnya, ada lahan seluas 3 Ha yang kini sedang digarap intensif oleh warga lokal. 

Begitu pula lahan di sebelah kanan akses masuk utama yang mulai dibajak. 

"Alhamdulillah, lahan di samping itu sekitar 3 Ha sekarang mulai digarap kembali oleh warga setelah sebelumnya bertahun-tahun telantar jadi semak belukar," ujar Kepala Desa Gantung, Arief Kusmaryadi, Minggu (19/7/2026).

Arief menyebut, Sawah Nujau Hijau ini membuka mata masyarakat bahwa sektor pertanian padi sawah sangat potensial jika dikelola oleh manajemen yang serius. 

Wisata menjadi pintu masuk untuk menarik perhatian publik. 

"Ini membuktikan bahwa program pertanian, khususnya padi sawah, sebetulnya sangat potensial jika kita garap dengan serius di Belitung Timur," ucapnya. 

Ke depan, pengelola telah menyusun rencana jangka pendek dan jangka panjang untuk menjaga tren produksi dan kunjungan wisatawan di lokasi Sawah Nujau Hijau.

Untuk target jangka pendek, pihak desa menargetkan hasil panen gabah bisa stabil atau bahkan melebihi angka delapan ton per musim panen agar kebutuhan beras warga sekitar bisa terpenuhi secara mandiri.

"Jangka pendek kami fokus mendongkrak kunjungan agar stabil, serta memastikan produksi gabah kering kami bisa bertahan minimal 8 ton atau bahkan lebih dari musim lalu," kata Arief. 

Sementara untuk rencana jangka panjang, Sawah Nujau Hijau bersiap melakukan terobosan baru. 

Mereka berencana menghidupkan aktivitas ekonomi di malam hari. 

Malam hari di area persawahan yang biasanya gelap akan diubah menjadi kawasan wisata malam. 

"Untuk jangka panjang, kami berencana menambah instrumen wisata malam. Dalam waktu dekat, jika tidak ada halangan, jaringan listrik PLN akan segera masuk ke kawasan sawah ini," ungkapnya. 

Arief mengaku, telah melakukan koordinasi bersama pihak PLN langsung di lokasi gazebo sawah beberapa waktu lalu untuk membahas kesiapan teknis di lapangan.

Baca juga: Harga Timah Anjlok Rp150 Ribu per Kg, DPRD Babel Desak PT Timah Selesaikan Dokumen RKAB

Jaringan listrik pun direncanakan akan masuk untuk melayani sekitar 15 titik, termasuk area utama agrowisata Sawah Nujau Gantung tersebut.

"Kami sudah mengadakan pertemuan langsung dengan pihak PLN di gazebo ini. Nanti akan ada sekitar 15 titik pelanggan baru yang teraliri arus listrik," jelasnya. 

Dari aliran listrik tersebut, kawasan Sawah Nujau Hijau nantinya bisa dihiasi lampu-lampu hias gantung yang anggun, sehingga bisa dibuka untuk wisata malam hari secara komersial.

Instrumen pendukung pariwisata modern seperti coffee shop pinggir sawah juga tengah dirancang untuk dibangun guna memfasilitasi kebutuhan nongkrong anak muda. 

Pengunjung kelak bisa menikmati kopi sambil menikmati angin malam dan hamparan padi. 

"Malam pun kita bisa buka wisata di sini. Kita bisa santai malam, nanti jalurnya kita tata. Koordinasi dengan PLN dan Pemkab Beltim sejauh ini sangat lancar," pungkas Arief. 

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.