BRIN Teliti Situs di Goa Lowo Kelumpang Hilir Kotabaru, Ada Indikasi Endapan Purba
Ratino Taufik July 19, 2026 09:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Tim arkeolog dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali melanjutkan penelitian sejumlah situs di Kabupaten Kotabaru.

Objek yang kali ini disambangi ada di kawasan Goa Lowo, Desa Tegal Rejo, Kecamatan Kelumpang Hilir.

Penelitian kali ini merupakan observasi awal sebelum ekskavasi atau penggalian arkeologi.

Tim yang termasuk dari Australia ini juga membawa sejumlah peralatan penelitian geofisika untuk memetakan kondisi bawah permukaan tanah, tanpa harus melakukan penggalian secara langsung.

Dalam pengamatan di lapangan, tim mendeteksi adanya beberapa lapisan tanah yang berbeda serta indikasi keberadaan struktur batuan di bawah permukaan.

Berdasarkan pemindaian awal, lapisan tanah di lokasi penelitian menunjukkan sedikitnya tiga strata yang berbeda.

Lapisan paling atas diduga telah mengalami gangguan akibat aktivitas alami seperti pertumbuhan vegetasi.

Baca juga: Air Surut karena Musim Kemarau, Patroli Cegah Aktivitas Illegal Fishing Ditingakatkan di Wilayah HSS

Sedangkan lapisan di bawahnya diperkirakan masih merupakan tanah asli yang menyimpan endapan purba.

Tim juga menemukan pantulan sinyal bawah permukaan yang cukup kuat, mengindikasikan adanya batuan berukuran besar maupun lapisan kerikil (gravel).

Menurut peneliti, pola pantulan tersebut dapat menjadi petunjuk penting untuk menentukan lokasi ekskavasi berikutnya.

"Hasil pemindaian memperlihatkan kemungkinan adanya satu batu besar yang membentuk permukaan seperti lantai, sementara di bagian lain terdapat kumpulan batu yang masih perlu dipastikan melalui penggalian," jelas Gerard, peneliti asal Australia, Sabtu (18/7/2026).

Pada lokasi laiannya, material bawah permukaan terlihat memanjang hingga ke bagian ujung dengan kedalaman yang semakin bertambah.

Tim memperkirakan lapisan tersebut berada pada kedalaman sekitar dua meter sebelum membentuk pola yang menurun kemudian kembali naik ke permukaan.

Bentuk ini diduga merupakan sebuah cekungan atau lubang alami yang berpotensi menyimpan endapan arkeologis.

Meski demikian, BRIN menegaskan seluruh dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui penelitian lanjutan dan ekskavasi ilmiah.

Jika hasil penelitian berikutnya berhasil mengungkap artefak maupun sisa aktivitas manusia purba, Goa Lowo berpeluang menjadi salah satu situs arkeologi penting di Kalimantan Selatan dan semakin meneguhkan namanya yang saat ini dikenal sebagai satu di antara objek wisata unggulan di Kotabaru. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.