Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Drainase atau gorong-gorong yang menjadi aliran air di kawasan Ruang Terbuka Publik (RTP) Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, belum juga diperbaiki.
Pantauan TribunAmbon.com, Sabtu (18/7/2026), genangan air masih memenuhi pemukiman warga.
Bersama sampah, bau busuk menyelimuti area sekitar, kondisi diperparah saat musim kemarau.
Mirisnya lagi, genangan air itu menjadi tempat berkembangbiaknya hewan penyebar penyakit seperti nyamuk.
Sebelumnya, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena saat pelaksanaan program Wali Kota Jumpa Rakyat (WAJAR) diRuang Terbuka Publik (RTP), Jumat (20/2/2026) lalu, ia menyoroti kondisi saluran air yang tersumbat dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat itu.
Untuk percepatan penanganan itu, Bodewin langsung menginstruksikan Kepala Dinas PUPR dan Tata Ruang Kota Ambon agar segera berkoordinasi mencari solusi teknis yang tepat.
Fokus penanganan adalah memastikan jalur masuk dan keluar air di RTP Wainitu berfungsi optimal, sehingga tidak terjadi penumpukan air maupun sampah.
Baca juga: Proyek Masela Buka 12 Ribu Lapangan Kerja, Bahlil Tegaskan Utamakan SDM Lokal Berkeahlian
Baca juga: Sejumlah Fasilitas Publik di RTP Wainitu Rusak, Warga : Perlu Rehab dan Tingkatan Keamanan
Sejak instruksi itu diberikan hingga saat ini, lima bulan telah berlalu, namun hingga belum ada penanganan perbaikan.
Ketua RT 06/RW 005, Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Deny Parera, mengatakan hingga saat ini belum ada tindak lanjut terkait pernyataan orang nomor satu Kota Ambon itu.
"Belum ada tindak lanjut, kemarin mereka cuman monitoring dan evaluasi program-program yang lama saja," katanya saat di wawancarai TribunAmbon.com.
Ia menilai, selain perbaikan drainase, alat penahan sampah harus menjadi bagian perencanaan.
Hal itu untuk mencegah sampah terperangkap di pemukiman warga, maupun menuju ke laut.
"Gorong-gorong nantinya juga harus dibuatkan penahan sampah supaya sampah dari laut tidak masuk ke pemukiman warga," tambahnya.
Meski begitu, menurutnya perbaikan drainase membutuhkan perencanaan anggaran yang cukup besar, sehingga memakan waktu yang lama.
Dirinya berharap, pemerintah tidak melupakan janjinya dan perbaikan pelayanan publik kepada masyarakat.(*)