Pascabanjir Agam, Warga Bersihkan Lumpur dan Genangan Air di SDN 14 Labuah
Muhammad Afdal Afrianto July 19, 2026 02:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Warga mulai membersihkan sisa lumpur akibat banjir di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Minggu (19/7/2026).

Selain membersihkan lumpur, warga juga memperbaiki selokan dan mengeluarkan air yang masih menggenang di SDN 14 Labuah, Nagari Sungai Batang.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan bahwa warga membersihkan material air dan lumpur di rumah masing-masing secara mandiri.

Pihaknya dalam hal ini, hanya mendistribusikan peralatan kebersihan untuk warta.

"Warga membersihkan sisa banjir secara mandiri, kita ikut mendistribusikan alat kebersihan," ucapnya, Minggu (19/7/2026).

Baca juga: Banjir Agam Surut, 450 Warga Sungai Batang Kembali ke Rumah Usai Sempat Mengungsi

Sementara itu, Wali Jorong Labuah, Elbama menyebut bahwa warga pada Minggu siang ini tengah membersihkan rumah dan memperbaiki saluran yang tersumbat.

Selain itu, sejumlah warga juga membersihkan SDN 14 Labuah yang masih digenangi oleh pasca banjir Sabtu (18/7/2026) malam.

"Selain rumah, warga memperbaiki selokan dan mengeluarkan air yang masih terperangkap di dalam bangunan SDN 14 Labuah. Ketinggiannya mencapai sekitar 30 sentimeter," tuturnya.

Sedangkan untuk ke depannya, Elbama bersama masyarakat akan membersihkan sisa endapan lumpur yang terbawa saat banjir di SDN 14 Labuah.

Ia menyebut, tak hanya air, banjir pada Sabtu malam yang melanda nagarinya ikut membawa material lumpur.

"Jadi kita berencana membersihkan besok secara gotong royong, baik masyarakat, pihak sekolah dan orang tua murid," tambahnya.

450 warga terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Batang Agam

Sebelumnya, sebanyak 450 warga terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Batang Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sabtu (18/7/2026) malam. 

Seluruh korban dipastikan selamat setelah proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. 

Curah hujan di kawasan hulu Maninjau juga menyebabkan tanggul Sungai Batang Tumayo jebol sehingga air meluap ke permukiman warga.

"Akibat tanggul yang jebol, beberapa warga sempat terjebak dan meminta bantuan evakuasi. Tim SAR langsung bergerak setelah menerima laporan," kata Abdul Malik saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).

Laporan kejadian diterima Kantor SAR Kelas A Padang pada Sabtu pukul 19.22 WIB. 

Selang 17 menit kemudian, enam personel dari Unit Siaga SAR Agam diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, tim tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan sebelum melakukan proses evakuasi.

Abdul Malik menjelaskan banjir merendam dua jorong, yakni Jorong Kubu dan Jorong Labuah.

Di Jorong Kubu, sekitar 200 warga berhasil menyelamatkan diri secara mandiri. Sementara di Jorong Labuah terdapat sekitar 243 warga yang juga melakukan evakuasi mandiri.

Baca juga: Tanggul Batang Tumayo Agam Jebol, 450 Warga Terdampak Banjir

Meski demikian, masih ada tujuh warga di Jorong Labuah yang terjebak sehingga harus dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada pukul 22.05 WIB.

"Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Total warga terdampak di dua jorong tersebut sekitar 450 orang dan tidak ada korban jiwa," ujarnya.

Memasuki Minggu dini hari sekitar pukul 05.40 WIB, debit air mulai berangsur surut sehingga kondisi di lokasi dinyatakan aman. 

Warga yang sebelumnya mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing.

Selanjutnya, pada pukul 06.00 WIB seluruh unsur SAR gabungan menggelar debriefing sebelum kembali ke satuan masing-masing.

Dalam operasi tersebut, tim SAR melibatkan personel Unit Siaga SAR Agam bersama BPBD Kabupaten Agam, Polri, PMI, Tagana, perangkat kecamatan, perangkat nagari, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat.

Abdul Malik menambahkan proses evakuasi sempat terkendala hujan yang masih turun dan minimnya penerangan di lokasi banjir. Namun, operasi SAR tetap berjalan lancar hingga seluruh warga yang membutuhkan bantuan berhasil dievakuasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.