SRIPOKU.COM - Jonathan Frizzy akui menangis di sel penjara.
Aktor Jonathan Frizzy menadapatkan pelajaran berharga usai terseret persoalan hukum.
Ia sempat merasakan hidup di balik jeruji besi.
Pria yang akrab disapa Ijonk itu terbukti bersalah usai terlibat peredaran ilegal obat keras etomidate.
Ia divonis 8 bulan penjara imbas obat keras yang dikemas dalam bentuk cairan rokok elektrik.
Vonisnya dijatuhkan pada 22 Oktober 2025 oleh Hakim Pengadilan Negeri Tangerang.
Ia kemudian dinyatakan bebas pada 7 Januari 2026 setelah memperoleh program Cuti Bersyarat (CB) dari Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang dan kembali menghirup udara bebas.
Selama kurang lebih enam bulan mendekam di balik jeruji besi, Ijonk mengaku mengalami trauma akibat kondisi sel tahanan yang padat dan minim fasilitas.
Jonathan Frizzy mengungkapkan, dirinya harus tinggal bersama puluhan tahanan lain dalam satu ruangan yang sempit.
Kondisi tersebut membuat para penghuni sel kesulitan mendapatkan tempat untuk beristirahat.
Bahkan, para tahanan harus mencari berbagai posisi tidur karena keterbatasan ruang yang tersedia.
"Tidurnya, tiduran tidur posisi yang pertama. Yang posisi kedua tiduran duduk. Posisi ketiga tiduran berdiri. Karena nggak ada tempat sudah," kata Jonathan Frizzy dalam podcast di YouTube Billy's Coffee Table dikutip Minggu (19/7/2026).
Tak hanya ruang yang sempit, fasilitas sanitasi di dalam sel juga dinilai sangat tidak memadai.
Dengan jumlah penghuni yang mencapai puluhan orang, hanya tersedia satu kamar mandi yang harus digunakan secara bergantian.
Lihat Jatah Makanan Dicicipi Tikus
Keterbatasan fasilitas membuat Jonathan Frizzy mengaku kesulitan untuk sekadar mandi maupun menggunakan toilet selama berada di dalam tahanan.
"Tujuh puluh orang, kamar mandi satu satu saja. Itu aku gak bisa mandi, gak bisa ngapa-ngapain, gak bisa buang apa semuanya gak bisa di sana. Gila ini neraka apa yang Tuhan kasih sih gitu," kenang Jonathan Frizzy.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling berat selama menjalani masa hukuman.
Jonathan Frizzy juga menyoroti buruknya standar kebersihan makanan yang dibagikan kepada para tahanan.
Ia mengaku pernah melihat tikus memakan makanan sebelum akhirnya tetap dibagikan kepada penghuni sel.
Pengalaman itu membuatnya tidak sanggup menyentuh makanan yang tersedia.
"Tuh lihat di depan, lagi dimakanin tikus. Terus dibawa masuk, mereka makan. Aku gak makan, cuma aku nangis," bebernya.
Sempat Terpikir Mengakhiri Hidup
Tekanan mental akibat kondisi penjara yang berat membuat Jonathan Frizzy mengaku sempat berada di titik terendah dalam hidupnya.
Ia bahkan pernah berpikir untuk mengakhiri hidup selama berada di dalam tahanan.
"Sempat mikir mau bunuh diri sih, mikir tapi pakai apa ya gitu yang cepat ya, karena di sana dilarang ada benda tajam, tali dilarang. Itu melawan diri sendiri tuh susah banget, parah sih," pungkasnya.