Mahasiswa Jayawijaya di Manokwari Minta Pemkab Transparan Salurkan Dana Pendidikan
Hans Arnold Kapisa July 19, 2026 02:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Mahasiswa Jayawijaya di Kota Studi Manokwari mendesak Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, untuk menerapkan transparansi dalam penyaluran bantuan dana pendidikan.

Desakan disampaikan dalam konferensi pers di Asrama Mahasiswa Jayawijaya, Manokwari, Sabtu (18/7/2026) malam.

Para mahasiswa menilai penyaluran bantuan pendidikan, baik dana studi akhir, biaya operasional, maupun bantuan studi berjalan, harus dilakukan secara terbuka agar seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat memperoleh informasi dan kesempatan yang sama.

Ketua Korwil Mahasiswa Jayawijaya Kota Studi Manokwari, Moses Meaga, mengungkapkan hingga tahun 2026 dirinya bersama rekan-rekan mahasiswa belum pernah merasakan bantuan pendidikan dari pemerintah daerah.

"Kami selalu berjuang sendiri. Padahal latar belakang ekonomi kami berbeda-beda dan sebagian besar orang tua kami bekerja sebagai petani," ujarnya.

Moses menambahkan, pada Februari 2026 pihaknya sempat bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Jayawijaya untuk mempertanyakan penyaluran bantuan.

Baca juga: Mahasiswa Jayawijaya Galang Dana HUT ke-18 Asrama Lewat Jualan Pinang dan Kopi

Saat itu, mahasiswa mendapat informasi bahwa pengumpulan berkas direncanakan pada Mei–Juni 2026, sementara penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung Agustus 2026.

Namun hingga pertengahan Juli, belum ada informasi resmi mengenai mekanisme maupun jadwal penyaluran.

"Hanya ada satu kota studi yang kami ketahui telah mendapat informasi untuk mengumpulkan berkas. Sementara kota studi lainnya belum mendapatkan kejelasan," kata Moses.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian bagi mahasiswa Jayawijaya yang tersebar di berbagai kota studi di Indonesia.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memberikan informasi yang terbuka dan merata.

"Kami semua mahasiswa Jayawijaya memiliki hak yang sama. Jangan hanya memprioritaskan satu kota studi saja. Kami juga aset daerah yang nantinya akan kembali membangun Kabupaten Jayawijaya," tegasnya.

Mahasiswa berharap Dinas Pendidikan Jayawijaya menyampaikan secara terbuka jadwal pengumpulan berkas, persyaratan administrasi, mekanisme seleksi, hingga daftar penerima bantuan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Mereka juga meminta adanya komunikasi aktif dengan pengurus koordinator wilayah mahasiswa di setiap kota studi sebagai mitra koordinasi.

Mahasiswa Jayawijaya Kota Studi Manokwari menekankan bahwa perhatian serius pemerintah terhadap persoalan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.