Tren mukbang biasanya didominasi orang dewasa, tapi ada juga anak kecil yang melakukannya. Contohnya bocah di China ini yang jadi sorotan karena berbobot 35 kg di usia 3 tahun!
Mukbang masih jadi tren populer di berbagai platform media sosial. Pelaku mukbang akan menampilkan konten dirinya menikmati banyak makanan atau hidangan dalam porsi besar.
Biasanya video mukbang menampilkan sosok orang dewasa atau jawara makan, tapi ternyata ada juga anak kecil yang melakukannya. Misalnya di China dimana baru-baru ini seorang bocah jadi pusat perhatian warganet.
Dikutip dari (16/7), Peiqi adalah bocah 3 tahun dengan berat badan mencapai 35 kilogram. Bobotnya yang jauh lebih berat daripada anak seusianya dikarenakan aktivitas mukbang yang dilakukan Peiqi. Seharusnya anak 3 tahun beratnya tak lebih dari 20 kilogram.
Orang tuanya menjadikan Peiqi bintang mukbang. Mereka memvideokan momen Peiqi melahap aneka makanan tak sehat untuk diunggah ke media sosial.
Kemudian orang tua Peiqi membuat judul 'clickbait' dengan frasa seperti "gadis chubby berusia 3 tahun dengan berat 35 kilogram)" atau "nafsu makan luar biasa". Video Peiqi diunggaj ke Duoyun, TikTok versi China.
Mereka menunjukkan Peiqi mengonsumsi makanan berkalori tinggi seperti ayam goreng dan daging berlemak, semata-mata untuk hiburan para followers (pengikut).
Peiqi, bocah 3 tahun yang berbobot 35 kg gegara konten mukbang. Foto: Oddity Central
|
Melihat hal ini, beberapa netizen marah kepada orang tua Peiqi. Mereka minta agar video mukbang dihentikan. Namun orang tuanya menolak. Mereka beralasan Peiqi hanya punya selera makan yang bagus. Ia juga lahir dengan bobot lebih, sekitar 2,25 kilogram.
Orang tua Peiqi juga membantah memaksa anaknya makan. Mereka mengklaim bahwa uang yang mereka hasilkan dari video-videonya hampir tidak cukup untuk menutupi biaya makanan.
Seiring meningkatnya tekanan dari masyarakat, platform video akhirnya memblokir akun Peiqi. Orang tuanya juga menghapus akun media sosial mereka.
Kasus Peiqi rupanya menarik perhatian masyarakat pada praktik kontroversial penggunaan anak di bawah umur demi menarik perhatian dan mendapatkan penonton di media sosial China.
Dari video mukbang, prank, dan penjualan berbagai produk, kehadiran anak di bawah umur di media sosial telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak yang akhirnya menimbulkan konsekuensi serius bagi mereka.






