BI Pastikan Likuiditas Perbankan Terjaga Baik
Vito July 19, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan kondisi likuiditas atau ketersediaan dana di perbankan nasional masih terjaga, sehingga tetap mampu mendukung penyaluran kredit ke masyarakat dan dunia usaha.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti mengatakan, kondisi itu terlihat dari menurunnya suku bunga pasar uang antarbank atau Indonesia Overnight Index Average (Indonia) yang sempat mencapai 6,62 persen pada 18 Juni 2026, menjadi 6,17 persen pada 16 Juli 2026. 

"Penurunan Indonia mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank, sehingga kebutuhan pendanaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan likuiditas pasar uang yang tetap memadai," katanya, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (18/7).

Diketahui, Indonia adalah patokan suku bunga rata-rata pinjaman antarbank untuk jangka waktu satu hari (overnight) di Indonesia.

Kenaikan Indonia menandakan permintaan dana antarbank tinggi, atau likuiditas sedang lebih ketat, sehingga biaya pinjaman menjadi lebih mahal.

Sementara, penurunan Indonia menunjukkan likuiditas lebih longgar atau dana di perbankan lebih tersedia, sehingga biaya pinjaman antarbank menjadi lebih murah.

Destry menuturkan, membaiknya kondisi likuiditas tidak terlepas dari langkah BI yang terus menambah pasokan dana ke sistem keuangan melalui berbagai instrumen kebijakan moneter.

Hingga 16 Juli 2026, ekspansi likuiditas yang dilakukan BI melalui operasi moneter telah mencapai Rp 837,11 triliun.

Langkah itu dilakukan melalui instrumen repo, swap, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Kebijakan itu juga ikut menopang pertumbuhan uang primer (M0) yang tetap tumbuh dua digit, yakni sebesar 12,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada akhir Juni 2026.

Selain menyuntikkan likuiditas, Destry menyataka, BI juga terus berkomunikasi dengan perbankan untuk memastikan distribusi dana antarbank berjalan lebih lancar dan risiko tetap terkendali.

"Selain itu, upaya pengembangan pasar uang juga terus dilakukan berkolaborasi dengan asosiasi pasar, perbankan, dan otoritas lainnya, agar tercipta pasar uang yang dalam, likuid, dan efisien," bebernya. 

"Surveilans dan pengawasan terus diperkuat dalam penegakan ketentuan dan memastikan perilaku pasar selalu dalam koridor yang wajar," sambungnya.

Ke depan, Destry menegaskan, BI akan terus memantau kecukupan likuiditas di perbankan, agar transmisi kebijakan moneter berjalan efektif, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, dan pertumbuhan ekonomi nasional terus mendapat dukungan. (Tribunnews/Nitis Hawaroh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.