Polisi Ungkap Pemicu Warga Depok Diteror Tetangga hingga Pagar Rusak
GH News July 19, 2026 03:08 PM
Jakarta -

Polisi menyelidiki kasus dugaan perusakan rumah warga yang diteror tetangga di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Polisi mengungkap pemicu dari teror tetangga terhadap warga tersebut.

"Informasinya kata-kata kasar dan setel musik karena saling berdekatan rumahnya," kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra saat dihubungi detikcom, Minggu (19/7/2026).

Saat ini, polisi telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP). Lima saksi telah diperiksa polisi terkait kasus tersebut.

"Langkah yang sudah dilakukan Sat Reskrim Polres Metro Depok, yaitu melakukan pengecekan TKP. Sudah memeriksa 5 orang saksi," ujarnya.

Polisi juga telah mengirimkan surat panggilan terhadap terduga pelaku. Tetangga yang menjadi terduga peneror korban itu akan dipanggil polisi besok.

"Sudah mengirimkan surat panggilan untuk terlapor, jadwal hari Senin, tanggal 20 Juli 2026," ucap Hendra.

Dimediasi Sejak 2024

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka menyebutkan kedua belah pihak sempat dimediasi. Namun pertikaian berlanjut hingga korban membuat laporan polisi.

"Sudah pernah (dimediasi) oleh Bhabinkamtibmas dan Polsek. Akhirnya korban membuat laporan polisi (LP) di Polres," ucap AKBP Made.

Dia mengatakan perselisihan keduanya bermula sejak 2024. Mereka telah dimediasi beberapa kali oleh pengurus lingkungan setempat.

"Untuk perselisihan tersebut dimulai dari tahun 2024 ya informasinya. Dan sudah beberapa kali dilakukan mediasi disaksikan pihak RT dan RW," ungkapnya.

Saat ini korban telah membuat LP terkait perusakan properti rumah yang dilakukan oleh diduga pelaku atau tetangganya tersebut.

"Untuk laporan kali ini yang kami proses mengenai perusakan properti rumah korban oleh terlapor," tuturnya.

Cerita Korban

Anak Suraji, Novita (29), menceritakan bahwa tetangganya kerap berulah di depan rumahnya. Novita mengatakan pagar rumahnya rusak ditendang tetangganya pada Rabu (15/7).

"Itu (perusakan pagar) barusan yang tanggal 15 yang kemarin. Itu baru. (Pakai) kaki, ditendang," kata Novita ditemui di rumahnya, Jumat (17/7).

Novita mengaku keluarganya juga pernah diteror tetangganya yang membawa golok saat Lebaran lalu. Novita menjelaskan keluarganya juga hampir setiap hari diganggu secara verbal.

"Sampai pas Lebaran pernah kita golok. Keluarga lagi pada kumpul di rumah, golok. Banyak saksi hidup, keluarga saya masih pada hidup. Sayangnya belum ada CCTV," ucap Novita.

"Kalau untuk verbal itu hampir setiap hari kalau verbal ya," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.