20 Contoh Kegiatan MPLS SMA 2026 yang Menarik, Edukatif, dan Sesuai Konsep MPLS Ramah
Maudy Asri Gita Utami July 19, 2026 05:30 PM

 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, seluruh sekolah jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) akan melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru. 

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal budaya belajar, memahami tata tertib, serta membangun hubungan yang positif dengan guru maupun teman sekelas.

Berbeda dengan masa orientasi sekolah pada masa lalu, pelaksanaan MPLS kini mengedepankan konsep MPLS Ramah yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, suasana belajar yang menyenangkan, serta bebas dari praktik perpeloncoan maupun tindakan yang merendahkan peserta didik.

Agar pelaksanaan MPLS semakin menarik dan bermanfaat, sekolah dapat menyusun berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan siswa secara aktif. 

Berikut beberapa contoh kegiatan MPLS SMA yang dapat dijadikan referensi dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing sekolah.

• SMAN 1 Sambas Hindari Perpeloncoan MPLS, Tekankan Rasa Aman dan Pastikan Tak Jual Seragam Siswa

Contoh Kegiatan MPLS SMA 2026

  • Tur keliling sekolah untuk memperkenalkan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, UKS, kantin, lapangan, ruang guru, hingga fasilitas penunjang lainnya beserta fungsi masing-masing.
  • Pengenalan pemanfaatan teknologi informasi yang membahas etika bermedia digital, keamanan siber, jejak digital, serta ketentuan hukum terkait penggunaan media sosial.
  • Sesi bimbingan dan konseling guna membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta mengenalkan layanan konseling yang tersedia.
  • Expo ekstrakurikuler, yaitu pengenalan seluruh kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler agar siswa dapat memilih sesuai minat dan bakat.
  • Diskusi kelompok interaktif yang mendorong siswa aktif bertanya, menyampaikan pendapat, serta melatih kemampuan bekerja sama.
  • Pengenalan fasilitas umum di sekitar sekolah, seperti puskesmas, halte, tempat ibadah, perpustakaan daerah, hingga jalur evakuasi.
  • Edukasi menjaga fasilitas sekolah, termasuk pentingnya merawat sarana dan prasarana sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
  • Simulasi penanggulangan bencana, seperti gempa bumi, kebakaran, banjir, maupun prosedur evakuasi darurat.
  • Pengenalan wilayah rawan di sekitar sekolah, termasuk titik yang memerlukan kewaspadaan saat berangkat maupun pulang sekolah.
  • Pengenalan metode belajar efektif, seperti mind mapping, speed reading, easy writing, super memory system, dan teknik belajar kreatif lainnya.
  • Talkshow bersama narasumber inspiratif dari berbagai profesi untuk memberikan motivasi mengenai dunia pendidikan dan karier.
  • Permainan edukatif dan kegiatan membangun keakraban (ice breaking dan team building) agar siswa lebih cepat mengenal teman serta warga sekolah.
  • Kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter, termasuk pendidikan antikorupsi, penguatan nilai integritas, cinta lingkungan, serta nasionalisme.
  • Pengenalan keberagaman dan kebhinekaan, melalui diskusi budaya, pengenalan adat istiadat, maupun penggunaan pakaian adat pada kegiatan tertentu.
  • Kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, disertai edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik.
  • Sosialisasi penggunaan sumber daya sekolah secara bijak, seperti penghematan air, listrik, internet, dan fasilitas umum lainnya.
  • Penyuluhan bahaya narkoba, rokok, minuman keras, pornografi, serta zat adiktif lainnya bekerja sama dengan kepolisian, BNN, maupun tenaga kesehatan.
  • Pendidikan keselamatan berlalu lintas, meliputi etika berkendara, penggunaan helm, serta kepatuhan terhadap rambu lalu lintas.
  • Pentas kreativitas siswa baru, seperti pertunjukan seni, musik, tari, puisi, olahraga, atau perlombaan antarkelompok yang bertujuan menumbuhkan rasa percaya diri.
  • Penutupan MPLS dengan deklarasi sekolah ramah, sebagai bentuk komitmen seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Tujuan Pelaksanaan MPLS

Pelaksanaan MPLS tidak hanya bertujuan mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga membantu mereka beradaptasi dengan budaya belajar, memahami tata tertib, mengenali potensi diri, serta membangun karakter yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan saling menghargai.

Melalui kegiatan yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan, diharapkan siswa baru dapat merasa lebih percaya diri memasuki jenjang pendidikan SMA serta siap mengikuti proses pembelajaran dengan semangat dan motivasi yang tinggi. 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.