TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 76 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat atau Nasional belajar merawat wajah dalam Kelas Kepribadian yang digelar di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat pada Minggu (19/7/2026).
Mereka kemudian diajari caranya berdandan dan merawat wajah oleh tim Beauty Consultant dari PT Mustika Ratu.
Para calon Paskibraka Nasional itu diajari mulai dari membersihkan wajah, menggunakan masker, hingga merias wajah.
Dalam proses tersebut, para calon Paskibraka laki-laki tampak cekikan ketika melihat temannya menggunakan masker hingga menutupi wajah.
Para calon Paskibraka pria tampak kaku saat melakukan perawatan wajah itu.
Hal itu juga terlihat dari beberapa peserta yang salah membubuhkan masker hingga menutupi kelopak mata mereka.
Sementara itu, para calon Paskibraka perempuan tampak merias wajahnya.
Bahkan meski panitia telah mengingatkan bahwa waktu sudah habis, namun beberapa di antara mereka masih ada yang tampak masih merias wajahnya atau membantu temannya merias wajah.
Selain diajari caranya membersihkan hingga merias wajah, mereka juga diberi pemahaman terkait manfaat dari masing-masing elemen perawatan bagi kesehatan wajah.
Calon Paskibraka asal Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Siti Nur Adlina, mengatakan saat belajar berdandan hal yang paling penting diketahui adalah bentuk wajah.
"Nanti kalau kita enggak tahu bentuk wajah kita, akan berpengaruh ke riasan wajah kita, jadi enggak cocok. Jadi kelihatan kurang bagus," ungkapnya.
Sebelum memulai pelajaran, para calon Paskibraka Nasional dari 38 Provinsi di Indonesia itu juga berkesempatan bertemu dan menyimak diskusi terkait perawatan wajah yang menghadirkan Puteri Indonesia Pendidikan 2026 Gisela Belicia Alma Thesalonica.
Dalam kesempatan itu, Gisela menyampaikan pengalamannya terkait pentingnya disiplin untuk perawatan wajah hingga pentingnya menjaga nama baik Indonesia di kancah nasional maupun internasional.
Gisela juga memberikan motivasi terkait hasil dari disiplin yang diraihnya selama bertahun-tahun.
"Mungkin teman-teman juga ada sedang ada di fase yang sama, sedang latihan atau mungkin di fase karantina. Tapi nanti teman-teman di tanggal 17 Agustus akan dilihat oleh seluruh mata di Indonesia dan itu adalah hasil dari kerja keras dan kedisiplinan kalian," ujar dia.
"Jadi di fase manapun teman-teman berada, ingat saja bahwa ada waktunya teman-teman akan menuai hasilnya," pungkasnya.
Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dr. Rima Agristina, S.H., S.E., M.M mengingatkan bahwa di samping para calon Paskibraka harus pandai merawat dirinya, namun mereka yang juga sebagai calon duta Pancasila juga perlu menjaga tingkah lakunya sebagai wajah dari generas muda provinsi yang mereka wakili.
Hal itu menurut dia penting karena para calon Paskibraka itu juga mewakili provinsinya masing-masing.
Baca juga: 76 Calon Paskibraka Nasional Belajar Bikin Jamu dari Jahe dan Sereh
"Sehingga Adik-Adik ini juga jika ada perilaku yang tidak tepat, itu yang terkena teman-teman di provinsinya. Seolah-olah itulah gambaran dari generasi muda di provinsi itu," pungkasnya.