Alasan Roy Suryo Baru Ambil Ijazah S3 dari UNJ, Padahal Sudah Lama Wisuda
Noval Andriansyah July 19, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, membeberkan alasan mengapa dirinya baru mengambil ijazah asli gelar Doktor (S3) dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), meski telah melaksanakan prosesi wisuda sejak Maret 2024.

Baca juga: Pamer Ambil Ijazah, Roy Suryo Bongkar Alasan Tak Langsung Dibawa Usai Wisuda

Roy Suryo menjelaskan, penundaan tersebut murni disebabkan oleh kendala waktu, kesibukan pribadi, serta adanya prosedur administrasi kampus yang sempat memintanya untuk menunggu.

Penjelasan tersebut disampaikan Roy Suryo melalui unggahan video dokumentasi di kanal YouTube resminya, Sabtu (18/7/2026), saat dirinya mendatangi Gedung Pascasarjana UNJ untuk mengurus dokumen kelulusannya.

"Terus terang, waktu habis wisuda di Sentul (SICC) itu saya bersama teman-teman sebenarnya mau langsung mengambil. Tetapi dari pihak kampus menyampaikan, 'Oh nanti, Pak Roy, tunggu dulu beberapa hari lagi'."

"Setelah itu, karena kesibukan, ijazahnya tidak langsung saya ambil. Memang tersimpan lama di kampus karena saya belum sempat saja," ujar Roy Suryo dalam video tertanggal 15 Juli 2026 tersebut, dilansir Tribunnews.com.

Langkah Hukum dan Kewajiban Akademik

Roy Suryo tidak menampik bahwa keputusannya untuk segera merampungkan urusan administrasi ijazah ini dipicu setelah status akademiknya mulai dipertanyakan dan diributkan oleh pihak luar.

Terlebih, dirinya baru saja dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan oleh Ketua Umum Gibranisti, Taufik Bilfaqih, atas dugaan pencemaran nama baik pada Kamis (16/7/2026).

Sebelum ijazah resmi diserahkan oleh pusat layanan informasi UNJ, Roy Suryo yang didampingi oleh pengamat politik Ubedilah Badrun diwajibkan menyelesaikan sejumlah persyaratan akademik terlebih dahulu.

Prosedur kelulusan akhir yang dipenuhi meliputi penyerahan fisik buku disertasi asli, pengunggahan dokumen riset ke repositori digital kampus, serta penandatanganan surat pernyataan anti-plagiarisme.

"Ini saya menerima ijazah asli dan resmi, diterimanya siang hari di pusat layanan informasi. Asli loh ini, ada watermark-nya," tegas Roy Suryo.

Melalui penyerahan dokumen resmi tersebut, Roy Suryo secara langsung menepis tudingan liar dari berbagai pihak luar yang sempat menyebut dirinya telah dikeluarkan atau drop out (DO) dari program pascasarjana UNJ.

Penjelasan Pihak Penguji Kampus

Alasan Roy Suryo yang telat mengambil dokumen kelulusan ini dinilai wajar oleh salah satu dosen pengujinya di UNJ.

Pihak fakultas mengonfirmasi bahwa kasus mahasiswa yang menunda pengambilan ijazah, baik di jenjang S-1, S-2, hingga S-3, memang kerap terjadi.

Pihak universitas menegaskan tidak pernah menyerahkan ijazah secara langsung pada hari H wisuda lantaran adanya proses finalisasi berkas kependidikan yang membutuhkan waktu.

Pihak fakultas bahkan sudah sering menghubungi para alumni untuk mengambil dokumen mereka, namun banyak yang belum sempat kembali ke kampus.

Roy Suryo memaparkan studi doktoralnya di UNJ dimulai sejak tahun 2016. Meski sempat tertunda, ia melanjutkan kembali risetnya pada tahun 2020 hingga dinyatakan lulus pada 2024.

Merujuk pada konfirmasi Wakil Rektor UNJ, Ari Saptono, pihak kampus menyatakan ijazah sang mantan Menpora sah secara hukum dan tidak memiliki masalah akademik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.