ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali dilaksanakan setelah terhenti selama dua pekan akibat libur sekolah.
Penyaluran makanan bergizi itu dijadwalkan kembali dimulai pada Senin (20/7/2026).
Menjelang dimulainya kembali distribusi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siantan melakukan berbagai persiapan untuk memastikan seluruh proses produksi berjalan lancar.
Kebersihan dapur menjadi fokus utama sebelum aktivitas memasak kembali dimulai.
Pantauan TRIBUNBATAM.id di lokasi, sejak pagi para pekerja dan relawan terlihat sibuk membersihkan setiap sudut dapur.
Lantai dipel hingga mengilap, peralatan masak dicuci ulang, meja kerja dibersihkan, sementara rak penyimpanan ditata kembali agar seluruh perlengkapan tertata rapi.
Tidak hanya area dapur, ribuan ompreng atau wadah makanan yang akan digunakan untuk mendistribusikan MBG juga dicuci kembali satu per satu.
Proses itu dilakukan dengan teliti untuk memastikan seluruh wadah dalam kondisi higienis sebelum digunakan.
Kendaraan operasional yang akan mengantarkan makanan ke sekolah-sekolah dan penerima manfaat lainnya pun tak luput dari pembersihan.
Bagian dalam maupun luar kendaraan dicuci agar siap digunakan untuk mendistribusikan ribuan paket makanan.
Suasana persiapan berlangsung penuh semangat. Di sela-sela pekerjaan, para relawan tampak saling bercanda dan berbincang ringan.
Tawa mereka sesekali terdengar, mencairkan suasana meski pekerjaan yang dilakukan cukup padat dan membutuhkan ketelitian.
Kebersamaan itu menjadi gambaran kekompakan tim SPPG Siantan dalam menyambut dimulainya kembali program MBG.
Seluruh relawan bekerja sama menyelesaikan tugas masing-masing agar proses produksi berjalan tanpa hambatan.
Kepala SPPG Siantan, Messy Arsita, mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal.
Menurutnya, kondisi dapur kini sudah siap untuk kembali memproduksi makanan bergizi bagi ribuan penerima manfaat.
"Alhamdulillah seluruh persiapan sudah selesai kami lakukan. Dapur sudah bersih dan seluruh peralatan siap digunakan. Produksi makanan akan kami mulai pada tengah malam nanti agar distribusi besok pagi dapat berjalan tepat waktu," kata Messy.
Ia menjelaskan, produksi makanan pada hari pertama setelah libur akan mencapai 3.113 porsi.
Seluruh makanan tersebut akan didistribusikan kepada para penerima manfaat yang telah terdaftar.
"Dari total itu, sebanyak 2.610 porsi diperuntukkan bagi pelajar di 12 sekolah. Sementara 503 porsi lainnya akan disalurkan kepada balita dan ibu hamil," ujarnya.
Messy menegaskan seluruh proses pengolahan makanan dilakukan dengan memperhatikan standar kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas gizi.
Setiap tahapan mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengemasan diawasi secara ketat.
"Kami berkomitmen menghadirkan makanan yang berkualitas, sehat, aman, dan bergizi sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh penerima program MBG," ucapnya.
Ia berharap distribusi yang kembali berjalan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi para pelajar, balita, dan ibu hamil di wilayah Kecamatan Siantan.
Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada proses memasak, tetapi juga pada kekompakan seluruh relawan dan petugas yang terlibat dalam setiap tahapan produksi hingga pendistribusian makanan.
Dengan dimulainya kembali program tersebut, ribuan penerima manfaat di Anambas kembali memperoleh asupan makanan bergizi secara rutin setelah jeda selama masa libur sekolah.
Di Kabupaten Kepulauan Anambas sendiri saat ini terdapat tiga dapur MBG yang telah beroperasi, yakni SPPG Siantan, SPPG Air Asuk, dan SPPG Piabung.
Ketiga dapur tersebut menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis untuk menjangkau ribuan penerima manfaat di berbagai wilayah. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)