TRIBUNPALU.COM, PALU - Oknum Polisi berinisial MZ (28) menjadi tersangka perampokan Toko Emas Amin Setia, Tapaktuan, Aceh Selatan.
MZ mengakui perbuatannya dan diduga nekat melakukan aksi tersebut karena tekanan ekonomi.
Dalam aksinya, Sabtu (18/7/2026), pelaku sempat menembak etalase kaca dan mengambil sejumlah perhiasan emas.
Saat warga mencoba mengadang, pelaku sempat mengacungkan senjata laras panjang hingga warga memilih menyelamatkan diri.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, petugas menyita sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata api yang diduga digunakan pelaku saat beraksi.
“Pelaku telah kami amankan beserta sejumlah barang bukti, salah satunya senjata api yang digunakan saat melakukan aksi. Tersangka masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam tindak pidana tersebut,” ujar Kombes Joko.
Baca juga: Suporter Spanyol Konvoi Keliling Luwuk Usai Juara Piala Dunia 2026, Tugu Adipura Jadi Titik Kumpul
Diketahui, aksi perampokan MZ terekam CCTV yang kemudian Viral di Media Sosial.
Saat beraksi, MZ mengenakan jaket berwarna hitam, celana training, sandal, sarung tangan, serta helm GM Evolution yang tampak berwarna silver.
Pelaku membawa senjata laras panjang tipe SS-1 yang awalnya dibalut dengan kain hitam.
Pelariannya berhasil diketahui polisi kurang dari 24 jam setelah beraksi.
Viral di Media Sosial
Aksi perampokan di Toko Emas Jl Merdeka, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (18/7/2026), Viral di Media Sosial.
Letusan senjata api tersangka terdengar dari Toko Emas Amin Setia.
Tak lama kemudian, teriakan warga terdengar memperingatkan adanya perampokan.
Seorang pria bersenjata laras panjang baru saja beraksi di toko emas tersebut.
Aksi yang terjadi sekitar pukul 08.40 WIB itu terekam kamera pengawas (CCTV).
Rekaman yang diperoleh Serambi memperlihatkan detik-detik pelaku menjalankan aksinya, mulai dari mendatangi toko dengan membawa senjata yang dibalut kain hitam, hingga menggasak sejumlah perhiasan emas
Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat mengenakan jaket berwarna hitam, celana training, sandal, sarung tangan, serta helm GM Evolution yang tampak berwarna silver.
Pelaku membawa senjata laras panjang yang awalnya dibalut dengan kain hitam.
Setibanya di dalam toko, pelaku terlihat membuka kain hitam yang membalut senjatanya.
Baca juga: Perumda Palu Punya Nahkoda Baru, Hery Susianto Jadi Dewas, Sulaeman A Rasyid Direktur Utama
Dia kemudian menyodorkan sebuah tas kecil berwarna hitam kepada pemilik toko dengan meletakkannya di atas etalase.
Tas itu diduga disodorkan agar diisi dengan perhiasan emas.
Pemilik toko terlihat membuka tas itu, tetapi kemudian meletakkannya kembali di atas etalase.
Pelaku selanjutnya berupaya memecahkan kaca etalase menggunakan popor senjata.
Upaya pertama itu tidak berhasil.
Pada saat bersamaan, pemilik toko terlihat panik. Ia melambaikan tangan seperti meminta pertolongan, kemudian berlari menuju bagian dalam toko.
Tak lama kemudian, pelaku diduga melepaskan tembakan ke arah kaca etalase hingga pecah.
Pelaku lalu memperbesar bagian kaca yang rusak menggunakan ujung laras senjatanya.
Setelah mendapatkan akses ke dalam etalase, pelaku dengan cepat mengambil sejumlah perhiasan emas dan memasukkannya ke dalam tas hitam yang sebelumnya disodorkan kepada pemilik toko.
Baca juga: Hotman Paris Diduga Rendahkan Profesi Wartawan Saat Dampingi Eks Jampidsus, PWI Tuntut Minta Maaf
Suara letusan itu pula yang kemudian menarik perhatian warga di sekitar lokasi.
Tak berselang lama, suasana di sekitar lokasi menjadi ramai.
Teriakan warga terdengar memperingatkan orang-orang di sekitar bahwa sedang terjadi aksi kejahatan.
Seusai kejadian, aparat kepolisian tiba di lokasi dan mengamankan area Toko Emas Amin Setia. Garis polisi (police line) dipasang untuk membatasi akses ke tempat kejadian perkara (TKP). Polisi selanjutnya melakukan olah TKP guna mengumpulkan barang bukti dan mencari petunjuk untuk mengungkap identitas pelaku.(*)