Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026, Tokoh Jatim Kompak Unggulkan La Furia Roja
Luky Setiyawan July 19, 2026 10:57 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Sejumlah tokoh Jawa Timur memberikan prediksi skor laga Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026 masing-masing.

Seperti yang diketahui, pertandingan final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina bakal digelar di Stadion New York, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin (20/7/2026) pagi pukul 04.00 WIB.

Adapun Spanyol dan Argentina melaju ke final usai mengalahkan lawan mereka di semifinal, Prancis dan Inggris.

La Furia Roja mengalahkan Prancis dengan skor 2-0, Selasa (14/7/2026) waktu setempat, sementara La Albiceleste menang dramatis atas Inggris dengan skor 1-2, Rabu (15/7/2026) waktu setempat.

Baca juga: Prediksi Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Menurut Tokoh Jatim, La Furia Roja Menang?

Menariknya, sejumlah tokoh Jatim kompak menyebut Spanyol akan memenangi laga melawan Argentina.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyebut Spanyol akan menang atas Argentina dengan skor 2-1. 

"Tim ini solid sejak awal. Tampil impresif hingga terakhir mengandaskan Perancis dengan mutlak, 2-0. Final besok aku pegang Spanyol 2-1," kata Cak Ji di podcast spesial Piala Dunia TribunJatim Network, Kamis (16/7/2026).

Hal ini dikarenakan, menurut pria yang akrab dipanggil Cak Ji tersebut, Spanyol  akan tampil dengan kekuatan menakutkan meski yang dihadapi dalam partai puncak adalah tim sekaliber Argentina.

Sementara Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memprediksi Spanyol menundukkan Argentina dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu untuk meraih gelar juara Piala Dunia 2026.

Hal ini dikarenakan sejumlah faktor, mulai dari kualitas pemain hingga kolektivitas dalam bermain.

"Melihat 25 tolak ukur komprehensif yang merupakan cetak biru dari sebuah tim juara, prediksi final ideal antara Spanyol dan Argentina akan menjadi pertarungan taktik dan mental yang sangat sengit. Namun, jika harus memilih satu yang keluar sebagai juara dunia berdasarkan pemenuhan indikator secara paling maksimal, Spanyol adalah prediksinya," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, kekuatan terbesar Spanyol terletak pada kualitas skuad yang merata sehingga tidak bergantung pada satu atau dua pemain.

"Spanyol tidak mengandalkan satu atau dua bintang. Dari lini belakang hingga depan, kualitas pemain utama dan cadangan hampir tanpa celah. Jika satu pemain absen, sistem permainan tetap berjalan dengan baik," katanya.

Ia juga menilai permainan kolektif menjadi pembeda utama dibandingkan tim-tim lain.

"Spanyol adalah tim yang paling lengkap dan kompak. Penguasaan bola yang mereka lakukan bukan sekadar untuk menyerang, tetapi juga membuat lawan frustrasi, kelelahan, sekaligus meminimalkan ancaman ke gawang mereka sendiri," jelasnya.

Menurutnya, wajah Spanyol saat ini pun sudah berbeda dibanding era tiki-taka.

"Spanyol modern tidak lagi sekadar memainkan tiki-taka yang lambat. Mereka berevolusi menjadi tim dengan transisi menyerang dan bertahan yang sangat cepat melalui permainan sayap yang eksplosif," ujarnya.

Selain itu, kedalaman skuad membuat pelatih lebih leluasa melakukan rotasi pemain tanpa mengurangi kualitas permainan.

"Rotasi berjalan sangat presisi. Kondisi fisik pemain tetap terjaga sehingga mereka mampu mempertahankan intensitas permainan hingga 120 menit apabila pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan," katanya.

Dalam simulasi pertandingan yang disusunnya, Argentina diprediksi mampu memberikan perlawanan sengit bahkan berpeluang mencetak gol lebih dulu melalui serangan balik cepat atau situasi bola mati. Namun, Spanyol diyakini mampu menyamakan kedudukan sebelum waktu normal berakhir.

"Di babak tambahan, kedalaman skuad dan kondisi fisik Spanyol akan menjadi pembeda. Saat pemain Argentina mulai kelelahan, pemain pengganti Spanyol tetap mampu menjaga kualitas permainan," tuturnya.

Ia memperkirakan gol kemenangan Spanyol lahir pada babak kedua perpanjangan waktu melalui skema transisi cepat.

"Spanyol memenangkan trofi bukan karena faktor ikonik individu, melainkan karena mereka menjelma sebagai sebuah unit yang presisi, disiplin, dan adaptif," pungkasnya.

(TribunJatimTimur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.