TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir pekan lalu, didukung dominasi aksi beli di pasar.
Pada perdagangan Jumat (17/7), IHSG ditutup menguat 1,10 persen ke level 6.175,54. Secara mingguan, IHSG tercatat menguat sekitar 4,06 persen.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG masih didukung sejumlah sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Untuk perdagangan awal pekan, kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas, dengan support di 5.987 dan resistance di 6.268,” katanya.
Menurutnya, terdapat sejumlah sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Di antaranya rilis laporan keuangan semester I/2026, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, serta pergerakan harga komoditas global.
“Pergerakan harga komoditas dunia, terutama dari sektor energi seperti minyak, CPO, serta batubara yang cenderung menguat diharapkan menjadi katalis positif,” ucapnya.
Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih volatil juga akan menjadi perhatian investor. Diketahui, mata uang Garuda menguat sekitar 0,8 persen secara mingguan ke level Rp 17.921 per dolar AS.
Sementara, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, IHSG dan nilai tukar rupiah sama-sama mencatatkan penguatan sepanjang pekan lalu.
Dari sisi teknikal, Alrich melihat adanya peluang penguatan lanjutan pada IHSG. “Berdasarkan weekly chart, IHSG ditutup di atas MA5 dan MA10. Histogram MACD negatif menyempit dan berpotensi membentuk golden cross,” jelasnya.
Ia pun memperkirakan IHSG berpeluang menguji level yang lebih tinggi pada pekan ini. “IHSG berpeluang menguji level 6.225 hingga 6.280,” ujarnya.
Senada, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menyarankan investor untuk tetap selektif dalam mengambil keputusan investasi.
Ia menilai, pelaku pasar dapat mulai melakukan akumulasi pada saham dengan fundamental yang solid serta valuasi yang menarik.
“Fokus pada saham yang menunjukkan arah pembalikan tren dan gunakan manajemen risiko dengan disiplin,” tukasnya.
Nafan memperkirakan level support IHSG berada di 6.137 dan 6.012, sedangkan level resistance di 6.261 dan 6.416.
Untuk strategi perdagangan, Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati investor. Di antaranya ADRO, ESSA, serta ITMG. (Kontan/Muhammad Alief Andri)