Profil Biodata Gubernur BI Perry Warjiyo Pernah Didesak Mundur Kini Resmi Mengundurkan Diri
Rusaidah July 27, 2026 10:03 AM

 

BANGKAPOS.COM -- Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). 

Informasi pengunduran diri resmi Perry Warjiyo disampaikan langsung Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Senin (27/6/2026).

Sebelumnya, keputusan mundur Perry Warjiyo kembali mengingatkan pada desakan yang sempat muncul beberapa bulan lalu ketika nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Salah satu desakan itu datang dari Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PAN, Primus Yustisio, dalam rapat kerja bersama Bank Indonesia pada 18 Mei 2026. 

Saat itu, Primus menilai Perry sebaiknya mengambil langkah mengundurkan diri apabila merasa tidak lagi mampu menjalankan tugas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca juga: 5 Daftar Profil Jenderal Calon Pengganti Listyo Sigit di Tengah Isu Pergantian Kapolri yang Mencuat

Baca juga: Prediksi Formasi 11 Skuad Indonesia Vs Kamboja Jam 20.30 dan Susunannya, H2H, Skor di Piala AFF 2026

Terkait pengunduran ini, Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri pada Minggu (26/7/2026) dan akan segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk menerima pengunduran diri tersebut.

Prasetyo menjelaskan, sesuai Undang-Undang Bank Indonesia, posisi Gubernur BI untuk sementara akan dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti hingga mekanisme pengisian jabatan definitif dilakukan.

Pemerintah juga meminta masyarakat tetap menjaga kepercayaan terhadap koordinasi kebijakan moneter dan fiskal.

Berikut profil singkat, perjalanan karier, dan sejumlah pencapaian Perry Warjiyo yang kini resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Profil Perry Warjiyo

Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959.

Perry merupakan anak ke-6 dari 9 bersaudara.

Dikutip dari situs resmi BI, Perry Warjiyo ditetapkan menjadi Gubernur Bank Indonesia untuk kedua kalinya berdasarkan Keputusan Presiden RI No.38/P Tahun 2023 tanggal 5 Mei 2023.

Ia mengucapkan sumpah jabatan pada tanggal 24 Mei 2023.

Perry Warjiyo menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023 dan periode 2023-2028. 

Sejumlah jabatan pernah diemban Perry, yakni sebagai Deputi Gubernur BI periode 2013-2018. 

Dalam kurun waktu 2009-2013, Perry Warjiyo juga menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional, serta Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia.

Perry Warjiyo diketahui memiliki karier cemerlang di Bank Indonesia sejak tahun 1984.

Biodata Perry Warjiyo 

Lahir: Sukoharjo, Jawa Tengah, 25 Februari 1959 (67 tahun).

Pendidikan: Sarjana Ekonomi UGM (1982), Master Ekonomi Moneter Iowa State University (1989), PhD Ekonomi Moneter Iowa State University (1991).

Karier di BI: Bergabung sejak 1984 dan berkarier di bidang riset ekonomi, kebijakan moneter, internasional, pengelolaan devisa, hingga transformasi organisasi.

Baca juga: Harga BBM Terbaru 27 Juli 2026 di SPBU Pertamina yang Turun di Awal Bulan

Pengalaman internasional: Direktur Eksekutif IMF mewakili 13 negara anggota South-East Asia Voting Group pada 2007-2009 sebelum kembali ke BI.

Jabatan Gubernur BI: Memimpin BI selama dua periode, 2018-2023 dan 2023-2028. Periode kedua ditetapkan melalui Keppres Nomor 38/P Tahun 2023 dan dilantik pada 24 Mei 2023.

Prestasi pribadi: Di antaranya Governor of the Year Asia Pasifik (Global Markets 2019), Anugerah Hamengku Buwono IX UGM (2022), serta sejumlah penghargaan sebagai pemimpin terpopuler di media.

Kontribusi lain: Aktif menulis buku dan publikasi ekonomi, antara lain Central Bank Policy Mix: Issues, Challenges, and Policy Responses (2020), Kebijakan Bank Sentral: Teori dan Praktik (2016), serta Kebijakan Moneter di Indonesia (2003).

Harta Kekayaan Perry Warjiyo

Saat masih menjadi Deputi Gubernur di BI, harta Perry Warjiyo yakni Rp7 miliar.

Hal tersebut diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kini setelah menjadi Gubernur BI, hartanya per 2024 melonjak drastis menjadi Rp72 miliar.

Ia terakhir kali melaporkan hartanya di LHKPN KPK pada 25 Maret 2025.

Sumber terbanyak kekayaan Perry berasal dari tanah dan bangunan yang ia miliki senilai Rp52 miliar.

Disusul dari surat berharganya senilai Rp10 miliar.

Berikut rincian lengkap harta kekayaan terbaru milik Perry Warjiyo.

I. DATA HARTA

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 52.326.069.532

1. Tanah dan Bangunan Seluas 253 m2/257 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 7.200.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 250 m2/110 m2 di KAB / KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 1.450.000.000

3. Tanah Seluas 1.000 m2 di KAB / KOTA SUKOHARJO, Rp. 130.000.000

4. Tanah Seluas 799 m2 di KAB / KOTA SLEMAN, Rp. 1.200.000.000

5. Tanah dan Bangunan Seluas 436 m2/260 m2 di KAB / KOTA SLEMAN, Rp. 900.000.000

6. Bangunan Seluas 54 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT, HASIL SENDIRI Rp. 1.100.000.000

7. Bangunan Seluas 76 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT, HASIL SENDIRI Rp. 1.300.000.000

8. Bangunan Seluas 35 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 1.100.000.000

9. Tanah dan Bangunan Seluas 700 m2/540 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 24.000.000.000

10. Tanah dan Bangunan Seluas 96 m2/96 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 4.500.000.000

11. Tanah dan Bangunan Seluas 55 m2/55 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 2.750.000.000

12. Tanah dan Bangunan Seluas 55 m2/55 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA PUSAT, HASIL SENDIRI Rp. 3.874.189.532

13. Tanah Seluas 60 m2 di KAB / KOTA KARAWANG, HASIL SENDIRI Rp. 821.880.000

14. Tanah Seluas 255 m2 di KAB / KOTA KARAWANG, HASIL SENDIRI Rp. 2.000.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 2.438.125.000

1. MOBIL, MERCEDES BENZ S450 Tahun 2023, LAINNYA Rp. 2.438.125.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 1.032.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. 10.792.491.700

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 4.185.053.263

F. HARTA LAINNYA Rp. 1.919.631.944

Sub Total Rp. 72.693.371.439

II. HUTANG Rp. ----

III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp. 72.693.371.439

Perry Pernah Didesak Mundur

Keputusan mundur Perry Warjiyo kembali mengingatkan pada desakan yang sempat muncul beberapa bulan lalu ketika nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Salah satu desakan itu datang dari Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PAN, Primus Yustisio, dalam rapat kerja bersama Bank Indonesia pada 18 Mei 2026. 

Saat itu, Primus menilai Perry sebaiknya mengambil langkah mengundurkan diri apabila merasa tidak lagi mampu menjalankan tugas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Pak Perry yang saya hormati, kadang Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan Pak. Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri," kata Primus dalam rapat tersebut.

Sorotan terhadap Perry kala itu dipicu oleh pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS yang menjadi perhatian publik dan DPR. 

Posisi Bank Indonesia sebagai otoritas moneter membuat kinerja gubernurnya ikut menjadi sasaran kritik ketika nilai tukar mengalami tekanan.

Terlepas dari kritik yang mengemuka, Perry Warjiyo merupakan bankir sentral dengan pengalaman panjang di Bank Indonesia. 

Ia menjabat sebagai Gubernur BI selama dua periode, yakni 2018-2023 dan 2023-2028, setelah sebelumnya menempati sejumlah posisi strategis di bank sentral maupun lembaga internasional.

Selama memimpin Bank Indonesia, Perry juga menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional. 

Di bawah kepemimpinannya, BI turut meraih sejumlah penghargaan sebagai bank sentral, termasuk dalam bidang kebijakan makroprudensial, inovasi, hingga keuangan syariah.

(Tribunnews.com/Malvyandie Haryadi/Rakli/Gilang P/Faryyanida Putwiliani/Igman Ibrahim/Suci Bangun DS) (Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.