Titik Api Muncul di Beberapa Lokasi di Banjarbaru, Heli BNPB Dikerahkan Padamkan Karhutla
Hari Widodo July 20, 2026 07:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Banjarbaru. Kali ini, karhutla terjadi di Kelurahan Guntungmanggis, Landasanulin, Minggu (19/7/2026).

Api membakar vegetasi berupa semak dan tumbuhan yang tumbuh di lahan yang kondisi tanahnya sedang kering.

Di beberapa titik, api mendekati kawasan permukiman warga, seperti di Guntungharapan, Guntungmanggis.

Salah seorang relawan, Rosyad mengatakan bahwa kebakaran lahan di Guntungmanggis terjadi di beberapa titik.

“Titiknya sekitar ada empat. Yang paling parah itu di tengah sini, satu sisi kami kena angin jadinya, ada tapi pandangan itu nah susah,” katanya ditemui di sekitar lokasi kebakaran.

Baca juga: Api Karhutla Mendekati Ponpes Al Jauhar Tungkaran, Tim Pusdalops BPBD Banjar Turun Ke Lokasi

Dari pantauan, pemadaman karhutla juga dibantu oleh helikopter water bombing bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disiagakan sejak beberapa waktu.

Data Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) Banjarbaru, sejak awal tahun hingga pertengahan Juli, lebih dari 200 hektare lahan telah terbakar di Ibu Kota Provinsi Kalsel ini.

Kepala BPBD Banjarbaru, Zaini, mengatakan memasuki musim kemarau, salah satu kesulitan petugas dalam pemadaman yaitu titik air yang mulai surut.

Hal itu dikarenakan sejak beberapa waktu terakhir wilayah Banjarbaru sudah samgat jarang turun hujan, sehingga sungai-sungai semakin surut.

“Karena memang cuaca sudah mulai panjang mulai panas sekali, memang kendala air,” kata Zaini.

Saat melakukan pemadaman, petugas dari BPBD mesti membawa mobil tangki yang berisi air agar tidak terkendala air saat melaukan pemadaman di lokasi kebakaran lahan.

Selain itu, lanjut Zaini, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan UPT Damkar Banjarbaru dan sejumlah relawan untuk bantuan mobil tangki ini.

Tak hanya di Banjarbaru. Memasuki musim kemarau, sejumlah titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kalsel.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas II Syamsudin Noor di Banjarbaru menyampaikan laporan terbaru mengenai pantauan titik panas di wilayah Kalsel.

Berdasarkan hasil deteksi satelit yang diperbarui Minggu (19/7), terpantau 102 hotspot tersebar di enam kabupaten dengan tingkat kepercayaan dari rendah, sedang hingga tinggi.

Hotspot terbanyak terdapat di wilayah Tapin. Di daerah ini BMKG mendeteksi sebanyak 45 titik panas tersebar di Kecamatan Tapin Selatan, Lokpaikat, Candi Laras Selatan, Candi Laras Utara, Binuang dan Bungur.

Kemudian, Kabupaten Banjar terdeteksi 29 titik panas yang tersebar di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Karangintan, Mataraman, dan Sungaitabuk.

Hulu Sungai Selatan terdeteksi 11 hotspot di Kecamatan Daha Selatan, Kalumpang, Padang Batung, Simpur, Sungai Raya. Kemudian Balangan 5 hotspot di Kecamatan Halong, Juai dan Paringin. Untuk Tanahlaut ada 4 titik di kecamatan Panyipatan dan Batibati.

Hulu Sungai Tengah juga terdeteksi 4 titik panas di Kecamatan Haruyan, Labuan Amas Selatan dan Labuan Amas Utara. Selanjutnya Kotabaru 3 hotspot di Kalumpang Hilir, Kalumpang Tengah dan Pulau Laut Selatan, dan Tanahbumbu 1 hotpsot di Mantewe.

Baca juga: Hadapi Ancaman Karhutla Kalsel, Kemenhut Siagakan 180 personel Manggala Agni di Tiga Daops

Kepala Stasiun Meteorologi, Ota Welly Jenni Thallo, mengatakan hotpost yang terdeteksi bukan berarti titik terjadi kebakaran lahan. Menurutnya, hotpost yang terdeteksi merupakan titik panas yang berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Adapun di Kabupaten Banjar, karhutla mengancam kawasan Pondok Pesantren Al Jauhar di Desa Tungkaran Sabtu (18/7) sore.

Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Wasis Nugraha, membenarkan info tersebut. “Vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dan luas lahan yang terbakar kurang lebih dua hektare. Proses pemadaman berlangsung sekitar dua setengah jam hingga api berhasil dikendalikan,” ujar Wasis. (lis/riz)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.