TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Piala Dunia 2026 resmi berakhir pada Senin 20 Juli 2026 dengan kemenangan Spanyol atas Argentina dengan skor 1-0.
Edisi Piala Dunia berikutnya yakni tahun 2030 akan menjadi edisi paling unik sepanjang sejarah.
Dimana edisi kali ini akan digelar di tiga benua sekaligus.
Maroko, Portugal, dan Paraguay akan menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Sementara, Uruguay, Argentina, Paraguay ditunjuk untuk laga perayaan 100 tahun.
• Dimana Tuan Rumah Piala Dunia 2030? Lengkap Jadwal dan Format
1. Jumlah tim: Ditargetkan 48 tim, sama seperti Piala Dunia 2026.
2. Wacana ekspansi: FIFA mempertimbangkan menambah menjadi 64 tim, agar lebih banyak negara berpartisipasi.
3. Tuan rumah otomatis lolos: Spanyol, Portugal, Maroko, Uruguay, Argentina, dan Paraguay.
4. Kualifikasi: 42 slot lain diperebutkan melalui babak kualifikasi konfederasi masing-masing.
5. Grup khusus: Tim yang bermain di laga pembuka Amerika Selatan akan mendapat jeda tambahan sebelum melanjutkan pertandingan di Eropa/Afrika.
• Daftar Negara Lolos Otomatis ke Piala Dunia 2030, Paraguay Jadi Tuan Rumah Laga Bersejarah
Spanyol, Portugal, dan Maroko akan menjadi tuan rumah sebagian besar turnamen.
Untuk menandai peringatan 100 tahun kompetisi ini, Uruguay, Argentina, dan Paraguay masing-masing akan menjadi tuan rumah satu pertandingan babak pertama sebelum pertandingan lainnya dipindahkan ke tiga negara tuan rumah utama.
Menurut FIFA, Uruguay akan menjadi tuan rumah pertandingan sebagai pengakuan atas penyelenggaraan Piala Dunia perdana pada tahun 1930.
Sementara pertandingan Argentina akan mengakui perannya sebagai runner-up dalam turnamen tersebut.
Paraguay juga akan menjadi tuan rumah pertandingan sebagai markas CONMEBOL, satu-satunya konfederasi sepak bola kontinental yang ada pada saat itu.
Turnamen ini akan menjadi Piala Dunia pria pertama yang diadakan di enam negara dan tiga benua.
Pengamat Bola Pontianak, Faris Ruswandi (27) menilai gelaran Piala Dunia 2030 akan lebih spektakuler kebanding edisi 2026.
“Format Piala Dunia 2030 ini benar-benar berbeda. Dengan enam negara tuan rumah di Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan, atmosfernya pasti spektakuler. Saya rasa ini akan jadi edisi paling bersejarah karena ada perayaan 100 tahun sejak Piala Dunia pertama di Uruguay,” ujarnya saat dihubungi, Senin 20 Juli 2026.
Faris menambahkan bahwa sistem 48 tim bahkan wacana 64 tim akan membuat kompetisi semakin ketat.
“Semakin banyak tim berarti semakin banyak kejutan. Negara-negara nontradisional bisa tampil mengejutkan. Ini akan jadi pesta sepak bola dunia yang tidak hanya besar, tapi juga penuh makna sejarah,” katanya optimis.
(*)