BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Sebanyak 32 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 17 desa yang tersebar pada sembilan kecamatan menjadi fokus pengamanan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Banjar.
Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Pergeseran Pasukan yang digelar Polres Banjar di halaman Mapolres Banjar, Selasa (21/7/2026).
Kapolres Banjar AKBP Fadli memimpin langsung apel yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Hafidz Anshari, unsur Forkopimda serta personel yang terlibat dalam pengamanan.
Dalam pengamanan Pilkades kali ini, Polres Banjar menurunkan 75 personel, sembilan perwira pengendali dan mendapat dukungan 32 personel BKO Polda Kalimantan Selatan. Pengamanan juga diperkuat 64 personel Linmas.
Baca juga: Tujuh Jam Jaksa Geledah Kantor Dinkes Banjar Kalsel, Sita 48 Dokumen dan Satu Alat Bukti Elektronik
Baca juga: Kenalkan Kuliner Lokal ke Kancah Nasional, ‘Mama Khas Banjar’ Tumbuh Bersama GrabModal
Kapolres mengatakan, apel pergeseran pasukan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel sebelum ditempatkan di lokasi pemungutan suara.
Selain mengecek kesiapan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menyamakan persepsi terkait tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota.
Petugas pengamanan TPS diminta menjaga kondisi keamanan selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
Kapolres juga mengingatkan personel agar tetap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis.
"Kami berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga pengamanan Pilkades Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Banjar berlangsung aman, tertib dan sukses," harap AKBP Fadli.
Selain netralitas, personel diminta mengedepankan kedisiplinan, profesionalisme dan kesiapan fisik maupun mental. Setiap tugas juga harus dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) guna mencegah terjadinya kesalahan di lapangan.
Sekda Banjar H Yudi Andrea mengapresiasi kesiapan jajaran Polres Banjar bersama unsur pengamanan lainnya dalam mengawal pelaksanaan Pilkades serentak.
Menurutnya, pemilihan kepala desa merupakan bagian penting dalam proses demokrasi di tingkat desa. Karena itu, seluruh pihak diharapkan ikut menjaga agar proses pemilihan berlangsung aman, damai dan demokratis.
"Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, penyelenggara dan masyarakat menjadi kunci terciptanya situasi yang kondusif," katanya.
Yudi juga mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara bijaksana serta menjaga persatuan selama pelaksanaan Pilkades.
"Kami berharap seluruh masyarakat menggunakan hak pilih dengan bijaksana, menjaga persatuan, serta bersama-sama menyukseskan Pilkades yang aman, damai dan bermartabat," urainya.
(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)