TRIBUNJATIM.COM - Sosok Luis de la Fuente, pelatih Spanyol yang meneruskan tren positif era keemasan Tim Matador.
Timnas Spanyol menutup perjalanan gemilangnya di Piala Dunia 2026 dengan mengangkat trofi juara usai menaklukkan Argentina pada partai final atas Argentina di New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2026).
Gol semata wayang Ferran Torres di babak perpanjangan waktu menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir tanpa gol.
Keberhasilan tersebut mempertegas kualitas skuad racikan Luis de la Fuente yang tampil stabil sejak fase awal kompetisi.
Baca juga: Sosok Ferran Torres, Gol Semata Wayangnya Bawa Spanyol Akhiri Penantian 16 Tahun di Piala Dunia 2026
Selain mencatat rekor pertahanan impresif dengan hanya sekali kebobolan, La Roja juga kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.
Tim asuhan Luis De La Fuente tidak hanya menunjukkan kelasnya di babak final, tetapi sudah konsisten sejak awal turnamen meski mengawali langkah dengan hasil imbang dari Cape Verde.
Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen yang kemudian masuk dalam sejarah Piala Dunia dengan tim paling minim kebobolan, tidak pernah dalam keadaan tertinggal lebih dulu, mendominasi telak permainan final dan membuat Argentina yang Tangguh tidak berdaya.
Di laga final, pertandingan berakhir dengan skor imbang tanpa gol dalam waktu normal 90 menit pertandingan.
Gol kemenangan Spanyol tercipta di masa perpanjangan waktu pada menit ke-106 setelah Ferran Torres memaksimalkan umpan sundulan Nico Williams.
Sebelum kemenangan tersebut, Football Enthusiast, Hamid Anwar menilai tim yang akan memenangkan pertandingan adalah tim yang bisa mekasimalkan setiap detail pertandingan.
"Hasil final Piala Dunia kerap kali ditentukan detail kecil, seperti kualitas penyelesaian akhir, penyelamatan kiper, situasi bola mati, hingga peran supersub," ujar Hamid Anwar, seorang pengamat sepak bola dari @analiskampungsebelah, pada podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Terbukti dengan kemenangan Spanyol yang berasal dari para pemain pengganti yang masuk di babak kedua.
Pencetak gol Spanyol, Ferran Torres masuk menggantikan Oyarzabal pada menit ke-62, lalu Nico Williams menggantikan Alex Baena pada menit ke-75.
Spanyol juga sempat mencetak dua gol lainnya, dari Nico dan Torres, namun dianulir wasit karena pelanggaran dan offside. Ditambah dengan peluang dari sundulan Merino dan Nico.
Anak asuh Luis De La Fuente memegang penuh kendali permainan atas Lionel Messi cs hingga akhirnya dapat memastikan kemenangan di masa tambahan waktu, seperti kisah di edisi 2012 di mana Andrea Iniesta menjadi pahlawan kemenangan Spanyol atas Belanda saat mencetak gol pada menit ke-116.
Nama Lengkap: Luis De La Fuente
Tempat Lahir: Haro, Spanyol
Tanggal Lahir: 21 Juni 1961
Usia: 64 Tahun
Lisensi Kepelatihan: UEFA Pro Licence
Rata-rata melatih: 2,26 Tahun
Formasi Andalan: 4-3-3 (Gaya Menyerang)
Kontrak Melatih: 31 Juli 2028
Bermain sebagai pesepak bola profesional pada periode 1980–1994.
Pernah membela:
Athletic Bilbao
Sevilla
Alavés
Pensiun sebagai pemain pada 1994.
Pernah melatih di:
Club Portugalete.
Aurrera
Akademi Sevilla
Athletic Bilbao (tim akademi dan tim senior)
Alavés
Timnas Spanyol U17
Timnas Spanyol U19
Timnas Spanyol U21
Timnas Spanyol Senior
2015 Juara Euro U19 bersama Timnas Spanyol U19.
2019 Juara Euro U21 bersama Timnas Spanyol U21.
2020 (Olimpiade Tokyo yang digelar pada 2021) Meraih medali perak Olimpiade Tokyo bersama Timnas Spanyol U23/Olimpiade.
2023 Juara UEFA Nations League bersama Timnas Spanyol senior usai mengalahkan Kroasia lewat adu penalti.
2024 Juara Euro 2024 bersama Timnas Spanyol senior setelah mengalahkan Inggris di final.
2026 Membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, mengakhiri penantian gelar sejak Piala Dunia 2010.
Kemenangan Spanyol dibanjiri dengan pujian dari para legenda timnas Inggris, di antaranya Chris Sutton, Joe Hart, Paul Robinson, hingga Wayne Rooney.
"Mari kita perjelas, tim terbaik menang. Tim terbaik di turnamen ini menang. Tim yang paling gesit, paling halus, paling tangguh, Spanyol," kata mantan penyerang Inggris, Chris Sutton kepada BBC.
"Luar biasa dan mereka memang pantas mendapatkannya," sambungnya.
Paul Robinson yang merupakan mantan kiper The Three Lions -julukan Inggris- menyorotinya dari sektor pertahanan di mana gawang Unai Simon hanya kebobolan satu gol.
"Memenangkan Piala Dunia hanya dengan kebobolan satu gol itu menunjukkan banyak hal tentang tim dan kualitasnya," ungkap Robinson.
"Ini adalah tim yang akan berkembang dan mereka adalah tim yang berpengalaman dalam memenangkan turnamen," tambahnya.
Sutton menyoroti tentang permainan tim Spanyol yang berada di bawah kendali Luis De La Fuente sepanjang turnamen.
Kolektivitas tim, organisasi permainan, ketenangan, kedewasaan dari para pemain muda, hingga kerja keras yang tidak kenal lelah menjadi gambaran tentang perjalanan Spanyol dalam meraih mahkota juara Piala Dunia untuk yang kedua kalinya sepanjang sejarah, stelah edisi 2010 di era Vincente Del Bosque.
"Gaya permainan sepak bola mereka sangat bagus, kita dapat melihat betapa kuat dan terorganisirnya mereka," lanjut Sutton.
"Kipernya sangat tenang. Pau Cubarsi salah satu pemain terbaik di turnamen ini karena begitu dewasa dan tenang. Rodri gelandang terbaik."
"Mereka adalah, dan selalu menjadi, tim terbaik," tegasnya.
Spanyol bisa dikatakan sebagai salah satu negara paling sukses di abad ke-21 dengan memenangkan lima final yang mereka mainkan, dua trofi Piala Dunia (2010, 2026), dan tiga gelar Piala Eropa (2008, 2012, 2024).
Suasana dini hari di Pelataran Pasar Pon Trenggalek berubah menjadi lautan pendukung sepak bola.
Ratusan warga dari berbagai kalangan rela datang sejak sebelum pertandingan dimulai untuk mengikuti nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina melawan Spanyol.
Kegiatan nobar tersebut diinisiasi oleh Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur, Novita Hardini, yang hadir bersama suaminya, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.
Selain menjadi ajang menyaksikan laga puncak Piala Dunia, acara ini juga menghadirkan berbagai hadiah, voucher belanja UMKM, hingga bibit pohon bagi masyarakat.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara. Tak hanya pecinta sepak bola, keluarga hingga pelaku UMKM turut meramaikan kegiatan yang dipusatkan di Pasar Pon Trenggalek tersebut.
Kehadiran ratusan warga membuat suasana nobar berlangsung meriah hingga pertandingan dimulai.
Bagi penyelenggara, kegiatan ini bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola bersama, melainkan menjadi ruang berkumpul masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi pelaku usaha kecil yang berjualan di kawasan Pasar Pon.
Baca juga: Spanyol Juara Piala Dunia 2026! Ferran Torres Jadi Pahlawan, Argentina Gagal Pertahankan Gelar
Dalam Nobar Final Piala Dunia 2026, Novita Hardini mengungkapkan masih ingat terakhir menyaksikan partai final Piala Dunia saat Prancis menghadapi Argentina empat tahun lalu.
"Hari ini kita akan menyaksikan laga final yang sama antara Argentina melawan Spanyol. Kita lihat apakah Lionel Messi bisa memecahkan rekor dua kali, mempertahankan tropinya," papar Novita Hardini, Senin (20/7/2026).
Magister Ekonomi UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung itu mengaku memiliki firasat trofi Piala Dunia kembali menjadi milik Lionel Messi bersama Timnas Argentina.
"Namun Spanyol juga merupakan lawan yang berat bagi Argentina," terangnya.
Perempuan yang dikenal sebagai penggiat pemberdayaan perempuan dan UMKM sekaligus Founder UPRINTIS Indonesia itu juga mengapresiasi tayangan Piala Dunia 2026 yang dapat disaksikan masyarakat secara gratis melalui TVRI.
Menurutnya, jika pada edisi-edisi sebelumnya Piala Dunia disiarkan televisi swasta, tahun ini masyarakat dapat menikmati siaran gratis melalui televisi milik pemerintah.
Ia menyebut hal tersebut tidak lepas dari upaya dirinya bersama rekan-rekannya di Komisi VII DPR RI untuk menghadirkan hiburan yang mudah diakses seluruh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Novita memprediksi Argentina akan keluar sebagai juara dengan skor tipis 1-0.
Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin memiliki prediksi berbeda. Ia menilai pertandingan akan berlangsung ketat hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya ditentukan melalui adu penalti.
"Prediksi saya skor akan imbang hingga babak tambahan waktu dan kemenangan Argentina lewat drama adu penalti," papar Mas Ipin.
Kegiatan nonton bareng Final Piala Dunia 2026 tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Trenggalek.
Salah satunya Kabul (60), warga Kelurahan Sumbergedong, Trenggalek. Pria yang sehari-hari berjualan bakso itu mengaku senang dengan adanya nobar yang digelar Novita Hardini.
"Kegiatan ini sangat menghibur masyarakat, khususnya pecinta olahraga bola," akui Kabul.
Ratusan warga tampak bertahan hingga pertandingan dimulai. Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize untuk menambah semarak acara.
Selain itu, panitia menghadirkan Indra Pramujito dan Firza Valaza, salah satu pemeran film Sekawan Limo yang proses pengambilan gambarnya dilakukan di Trenggalek.
Tak hanya menyediakan hadiah, Novita Hardini juga membagikan bibit pohon serta ratusan voucher makan kepada penonton.
Voucher tersebut dapat dibelanjakan di lapak-lapak UMKM yang berada di Pasar Pon Trenggalek, sehingga diharapkan mampu meningkatkan penjualan para pedagang selama kegiatan berlangsung