Skor 1-0! Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Argentina Kena Kutukan Brasil, Torres Cetak Gol
Khairil Rahim July 20, 2026 08:47 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Laga final Piala Dunia 2026 pertandingan Timnas Spanyol vs Argentina berakhir dengan kemenangan bagi Lamine Yamal dan kawan kawan.

Di babak tambahan waktu setelah di 2x45 menit hasil imbang 0-0 disudahi dengan skor akhir 1-0 Senin (20/7/2026) .

Gol di babak kedua tambahan waktu tepatnya menit 108 dicetak pemain baru masuk Ferran Torres.

Kemenangan tipis di masa extra time ini sekaligus mengantar Spanyol sebagai juara baru dan dirayakan di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, Amerika Serikat.

Keberhasilan Tim Matador juara artinya mempertahankan rekor unik mereka di partai puncak turnamen empat tahunan sejagat ini. 

Baca juga: FT Enzo Kartu Merah, Messi Mati Kutu! Final Piala Dunia Spanyol vs Argentina Lanjut ke Extra Time

Baca juga: Skor 0-0 Hasil Babak I Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia Lionel Messi Nol Tembakan ke Gawang

Sepanjang sejarah, La Furia Roja baru berhasil menembus final sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2010 di Afrika Selatan dan 2026 di Amerika Serikat.

Hebatnya kedua final tersebut sukses mereka menangkan lewat babak perpanjangan waktu (extra time) dengan skor kembar 1–0.

Ini sekaligus menegaskan Argentina kena kutukan Back-to-Back Brasil yang belum terpecahkan.

Kekalahan ini menggagalkan ambisi besar Argentina untuk menyamai rekor abadi Brasil (tahun 1958 dan 1962) sebagai tim terakhir yang mampu menjuarai Piala Dunia secara berturut-turut (back-to-back).

Sebelumnya Argentina berhasil meraih gelar juara empat tahun lalu atau 2022. 

Hasil ini di luar prediksi para mantan pemain Barito Putera Banjarmasin.

Mantan punggawa tim Laskar Antasari ini banyak yang menjagokan Argentina sebagai jaura.

 

Sejumlah mantan pemain Barito Putera Banjarmasin yang juga pengamat sepak bola Banua ikut memberikan prediksi.

Mantan striker asal Brasil, Ronnie Von de Carvalho dalam laga final menjagokan Argentina kembali mengangkat tropi.

Ronnie yang sebenarnya mendukung asal negaranya Brasil juara yakin Lionel Messi dan kawan kawan bisa menjinakan tim matador meski skor prediksinya sangat tipis.

"Kalau skor tipis saja 1-0 untuk Argentina," ujar dia saat dihubungi Banjarmasinpost.co.id pada Sabtu (18/7/2026) pagi.

Sementara mantan bek kanan Rony Beroperay yang sejak awal Piala Dunia 2026 menjagokan Argentina tentu saja berharap Biancoceleste meraih gelar juara lagi.

Menurut mantan pemain Timnas Indonesia ini menarik final tahun ini karena kedua tim mendominasi kejuaraan di benua masing masing dan keluar sebagai juara.

"Sehingga laga akan menarik ditonton, kedua tim sama-sama punya skuad yang merata di semua lini dan kuat dlm mengendalikan permainan," ujar mantan pemain Persipura Jayapura ini. 

Ditambahkan Rony tinggal yang konsisten dalam permainan di final yang keluar sebagai juara dunia nanti.

Soal prediksi skor, Rony mengaku pertandingan akan berjalan ketat sehingga selisih gol hanya 1 saja yakni 2-1.

"Bahkan saya juga memprediksi lain pertandingan akan berjalan imbang alias hasil akhir seri kemudian dilanjutkan adu tendangan penalti," kata Rony.

Argentina juga menjadi favorit juara bagi mantan striker di era Galatama Indra Kurniawan.

Sama dengan dua pemain juniornya, Indra memprediksi skor akhir hanya selisih tipis saja yakni 2-1.

"Ini pertandingan ketat jadi skor kemenangan tipis," sebut Indra.

Jalannya Pertandingan

Di menit awal Lamine Yamal nyaris mencetak gol.

Pemain Barcelona ini mendapat dengan umpan di dalam kotak dan mungkin seharusnya melakukan lebih baik daripada mengarahkan tembakannya langsung ke Emiliano Martinez.

Tendangan sudut yang berbahaya dari Alex Baena di buang jauh pemain Argentina untuk keselamatan lini pertahanan.

Marc Cucurella menyia-nyiakan kesempatan bagus saat umpannya ke dalam kotak diblokir oleh pertahanan. 

Spanyol memaksa lawan mereka untuk kebobolan dari sudut.

Alex Baena meluncurkan umpan silang dari sudut, tetapi Emiliano Martinez waspada untuk menggagalkan upaya tersebut.

Di 30 menit pertama skuat asuhan Spanyol tampil sangat superior dalam mendikte jalannya permainan.

Tercatat, Spanyol melepaskan 205 operan dengan akurasi mencapai 89 persen. 

Sebaliknya, Argentina dipaksa bermain bertahan di area sendiri dan hanya mampu mencatatkan 119 operan dengan tingkat akurasi 80 persen.

Efektivitas permainan Spanyol terlihat jelas dari bagaimana mereka mengisolasi permainan Argentina. 

La Furia Roja berhasil melepaskan 34 operan sukses di sepertiga akhir lapangan (final third) lawan dengan tingkat keberhasilan 77 persen. 

Statistik ini berbanding terbalik dengan Argentina yang terisolasi dan hanya mampu mengalirkan 2 operan akurat ke area pertahanan Spanyol dari total 8 percobaan.

Menit 34 Lionel Messi dengan cepat mengambil tendangan bebas dengan umpan pendek.

Julian Alvarez membuat tindakan tidak perludan wasit meniup peluitnya karena melakukan pelanggaran.

Sebuah kerjasama apik Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal. Namun tembakan rendah Oyarzabal dari jarak menengah ke tengah gawang. 

Martines dengan mudah menangkap bola dan berhasil menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Menit 41  Tekel oleh Lisandro Martinez cukup keras dan Slavko Vincic tidak ragu untuk menunjukkan kepadanya kartu kuning.

Di babak kedua, Lionel Scaloni melakukan pergantian pemain. Nicolas Gonzalez akan digantikan oleh Leandro Paredes.

Mikel Oyarzabal dan Fabian Ruiz berusaha untuk menukar umpan satu dua sentuhan pendek, tetapi pertahanan Argentina mencegat bola.

Dani Olmo menciptakan dirinya beberapa ruang dan mencoba untuk memasukkan bola ke dalam kotak. 

Namun, bek Argentina cekatan kaki cepat menghentikan bola dan membersihkan. 

menit 58, Gonzalo Montiel keluar lapangan dan Nahuel Molina masuk.

Menit 62 Luis de la Fuente telah memutuskan untuk menggantikan Mikel Oyarzabal dan ia digantikan oleh Ferran Torres. 

Dani Olmo menembak dari tepi area penalti. 
Bola bergerak menuju target, tetapi Emiliano Martinez dengan mudah berurusan dengan ancaman. 

Bola keluar dari permainan. Spanyol memenangkan tendangan sudut.

Lamine Yamal mengirim umpan silang ke dalam kotak, tetapi pertahanan Argentina dengan cepat mencegat bola. 

Wasit menunjuk ke bendera sudut dan Spanyol akan mengambil sudut.

Emiliano Martinez benar benar jadi tembok kokoh Argentina.

Saat Yamal mengirim umpan ke mulut gawang, Ferran Torres melompat  dan kepala umpan silang yang tepat menuju tengah gawang. 

Usahanya diblok oleh Emiliano Martinez, yang melakukan penyelamatan yang sempurna.

Menit 75 dua pergantian pemain Spanyol Williammasuki lapangan saat Alex Baena diganti.

Mikel Merino bergabung dengan aksi sebagai pengganti Dani Olmo.

Menit 90+3  Enzo Fernandez bermain buruk dan menerima kartu kuning kedua alias kartu merah dari Slavko Vincic. Dia bisa mandi lebih awal.

Di babak tambahan waktu, Spanyol yang unggul jumlah pemain terus menekan.

Menit 97 Nico Williams sempat menjebol gawang Argentina namun dianulir karena pelanggaran oleh Nico.

Menit 104 Wasit Slavko Vincic menghentikan permainan untuk berbicara dengan Lionel Scaloni, kemudian menunjukkan kepadanya kartu kuning.

Menit 108 Nico Williams sampai ke bola dan menuju pertahanan ke Ferran Torres, yang bertemu dengan baik dan menembak ke belakang gawang. 1:0.

 

Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): 23-Unai Simon (GK); 12-Pedro Porro, 14-Aymeric Laporte, 22-Pau Cubarsi, 24-Marc Cucurella; 8-Fabian Ruiz, 16-Rodri (C); 19-Lamine Yamal, 15-Alex Baena, 10-Dani Olmo; 21-Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente

Argentina (4-4-2): 23-Emiliano Martinez (GK); 3-Nicolas Tagliafico, 6-Lisandro Martinez, 13-Cristian Romero, 4-Gonzalo Montiel; 24-Enzo Fernandez, 7-Rodrigo De Paul, 15-Nico Gonzalez, 20-Alexis Mac Allister; 9-Julian Alvarez, 10-Lionel Messi (C).

Pelatih: Lionel Scaloni

(Banjarmasinpost.co.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.