SURYA.co.id, Surabaya - Persebaya Surabaya harus puas bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang dalam laga pramusim bertajuk 99th Anniversary Game di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (19/7/2026). Pertandingan ini menjadi sorotan karena Bajol Ijo sempat unggul 2-0 lewat gol Alex Martins dan Yann Mabella, namun kehilangan fokus di akhir laga.
Pelatih Bernardo Tavares menegaskan bahwa hasil bukan prioritas utama, melainkan proses perkembangan tim. Ia memberikan menit bermain kepada banyak pemain untuk melihat kapasitas mereka di bawah tekanan kompetitif.
Dukungan penuh Bonek dan Bonita menjadi energi tambahan meski hasil akhir belum sesuai harapan. Atmosfer stadion menunjukkan kedekatan emosional antara tim dan suporter.
Persebaya sempat unggul 2-0 melalui gol Alex Martins menit 35 dan Yann Mabella menit 52. PSIS bangkit lewat brace Lorensius Sabda menit 74 dan 84. Skor imbang 2-2 menutup laga penuh intensitas di Stadion GBT.
Persebaya menciptakan banyak peluang namun gagal memaksimalkan penyelesaian akhir. PSIS memanfaatkan celah pertahanan Bajol Ijo untuk menyamakan kedudukan.
Miguel Pereira sempat menciptakan peluang emas namun gagal dimanfaatkan Ramadan Sananta. Aksi solo Miguel juga nyaris berbuah gol, namun dihalau bek PSIS.
Francisco Rivera mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh, namun terhalang. Menjelang akhir laga, Rivera dilanggar saat berpeluang mencetak gol.
Risto Mitrevski mengeksekusi tendangan bebas, namun ditepis kiper PSIS. Reza Arya tampil sigap menepis dua tendangan Lorensius Sabda sebelum akhirnya kebobolan.
Baca juga: Skor Akhir Persebaya Vs PSIS Semarang dalam 99th Anniversary Game Bermain Imbang 2-2
Bernardo Tavares kecewa tim kebobolan dua gol akibat kesalahan individu dan kolektif. Namun ia menilai laga ini penting untuk memberikan menit bermain kepada banyak pemain.
“Bermain di latihan berbeda dengan di depan ribuan suporter. Saya ingin melihat siapa yang mampu tampil di bawah tekanan,” ujarnya.
Tavares menyoroti efektivitas penyelesaian akhir yang masih perlu ditingkatkan. Ia menegaskan hasil pramusim bukan ukuran utama, melainkan pelajaran berharga sebelum kompetisi resmi.
Menurutnya, Persebaya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol dari peluang yang ada. Ia menilai akurasi dan pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan masih kurang.
Tavares juga mengapresiasi PSIS yang tampil baik dan memberi perlawanan sengit. “Pertandingan seperti ini sangat penting bagi kami untuk evaluasi,” imbuhnya.
Pelatih asal Portugal itu menekankan pentingnya keseimbangan fisik, taktik, teknik, dan mental. Ia percaya tim akan semakin matang dengan berjalannya waktu.
Baca juga: Hasil Imbang Rasa Kalah Persebaya Vs PSIS Semarang dalam 99th Anniversary Game, Ini Janji Pelatih
Alex Martins mencetak gol perdana bersama Persebaya, menjadi catatan penting bagi striker asal Brasil. Gol tersebut menambah kepercayaan dirinya menghadapi musim baru.
Yann Mabella menambah keunggulan dengan memanfaatkan kesalahan pertahanan PSIS. Miguel Pereira menunjukkan adaptasi cepat dengan menciptakan peluang berbahaya.
Ramadan Sananta gagal memanfaatkan umpan silang Miguel di babak kedua. Francisco Rivera tampil aktif di lini tengah dengan beberapa peluang jarak jauh.
Diogo Ramalho juga mencoba peruntungan lewat sepakan keras, namun terhalang. Risto Mitrevski menunjukkan kualitas eksekusi bola mati meski belum berbuah gol.
Reza Arya tampil sigap menepis dua tendangan Lorensius Sabda sebelum kebobolan. Secara keseluruhan, pemain baru menunjukkan potensi meski masih perlu adaptasi.
Baca juga: Strategi Jitu Pelatih Widodo C Putro untuk Tahan Imbang Persebaya Surabaya dengan Ubah Komposisi
Atmosfer Stadion GBT penuh dukungan dari Bonek dan Bonita. Bernardo Tavares memberikan apresiasi atas suasana fantastis yang tercipta.
“Terima kasih atas dukungan penuh, suasana luar biasa,” katanya. Rachmat Irianto meminta maaf atas hasil imbang dan berjanji memperbaiki kekurangan.
“Ini kesempatan bagus untuk belajar sebelum Piala Presiden bergulir,” tegasnya. Bonek dan Bonita tetap memberikan semangat meski hasil belum maksimal.
Suporter menjadi energi tambahan bagi pemain di lapangan. Atmosfer stadion menunjukkan kedekatan emosional antara tim dan pendukung.
Dukungan penuh menjadi motivasi untuk tampil lebih baik di laga berikutnya. Persebaya menegaskan komitmen membalas dukungan dengan performa terbaik.