SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Pedagang di Pasar OPI Jakabaring mengeluhkan sulitnya memperoleh stok telur ayam dan MinyaKita dalam beberapa waktu terakhir.
Mereka menduga tingginya permintaan dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu penyebab berkurangnya pasokan di pasar.
Pasar OPI Jakabaring yang berada di Jalan Anggrek Raya, Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, selama ini menjadi salah satu pasar pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Namun, sejak program MBG kembali berjalan, sejumlah pedagang mengaku kesulitan memperoleh pasokan telur ayam maupun MinyaKita dari distributor.
Salah seorang pedagang sembako, Irma, mengatakan stok telur ayam dan MinyaKita semakin sulit didapat karena permintaannya meningkat, sementara pasokan dari distributor terbatas.
"Kami kesulitan mendapatkan stok telur ayam dan MinyaKita karena sudah banyak dibeli oleh dapur MBG di pasar induk. Langganan kami juga tidak mendapatkan stok dari distributor," ujar Irma, Senin (20/7/2026).
Menurut Irma, permintaan telur ayam dari masyarakat tetap tinggi. Namun, selama sepekan terakhir dirinya belum bisa kembali mengisi stok dagangannya.
"Kalau ada stok telur, biasanya dalam seminggu sudah habis. Saat mau mengisi lagi, barangnya sudah tidak ada," katanya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Reza. Ia mengaku masih menjual stok lama karena pasokan baru belum tersedia.
"Ini masih stok lama. Untuk isi stok baru harus menunggu sekitar seminggu lagi. Sekarang telur kami jual Rp27 ribu per kilogram," ujarnya.
Selain telur, Reza juga mengaku kesulitan mendapatkan MinyaKita karena stok di distributor pasar induk sedang kosong.
"MinyaKita juga sulit didapat. Karena stok kosong, sekarang kami jual Rp19 ribu per kilogram," katanya.
Kelangkaan dua komoditas tersebut turut dirasakan masyarakat. Seorang ibu rumah tangga, Putri, mengaku kini lebih sulit membeli telur ayam dan MinyaKita dibandingkan sebelumnya.
Ia berharap pemerintah dapat meningkatkan pasokan kebutuhan pokok, termasuk membantu sektor peternakan agar produksi telur ayam meningkat dan distribusi MinyaKita kembali lancar sehingga harga di pasaran dapat lebih terjangkau.