Curah Hujan Masih Tinggi di Pelalawan, BPBD Waspada Api Tak Terdeteksi Satelit
Ariestia July 20, 2026 12:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Curah hujan di Kabupaten Pelalawan masih cukup tinggi hingga pertengahan Bulan Juli ini meskipun intensitasnya ringan hingga sedang. 

Hujan berpotensi turun setiap hari sejak Jumat (17/7/2026) sampai Minggu (20/7/2027). Guyuran hujan merata hampir di semua kecamatan di Pelalawan.

Kondisi ini menyebabkan titik panas atau hotpot dan titik api atau firespot yang menyebabkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih nihil sampai saat ini.

"Setelah Karhutla di Desa Mak Teduh Kerumutan padam total pekan lalu, sampai belum ada titik api baru. Hotspot juga masih aman," ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Senin (20/7/2026).

Zulfan menyebutkan, peluang hujan masih tetap terpantau melalui prakiraan cuaca yang rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru.

Selain tidak ada titik panas muncul di Pelalawan, potensi hujan masih tetap ada walaupun tidak signifikan. 

Namun BPBD Pelalawan tetap waspada dengan titik api yang muncul secara tiba-tiba membakar lahan gambut.

Biasanya Karhutla yang muncul mendadak seperti ini tidak terpantau oleh satelit. Sehingga sulit dideteksi oleh petugas, jika tidak patroli ke lokasi. 

"Beberapa titik api terakhir kemarin rata-rata tidak terpantau satelit. Untung ada laporan warga dan aparat desa. Termasuk yang di Desa Mak Teduh kemarin," tandas Zulfan. 

Meski nihil hotspot dan firespot, pihaknya tetap melakukan patroli dan berkoordinasi dengan personil di setiap rayon memantau titik api.

Khususnya di areal yang rawan terbakar mulai dari Kecamatan Kuala Kampar, Teluk Meranti, Ukui, Bunut, Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras  dan Langgam. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.