Jawaban Menohok Hotman Paris Usai Diserang Putranya Gegara Membela Tersangka Febrie Adriansyah
Rita Lismini July 20, 2026 01:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Hotman Paris Hutapea akhirnya angkat bicara usai diserang putranya, Frank Alexander Hutapea, setelah memutuskan menjadi kuasa hukum mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Hotman diketahui resmi mendampingi Febrie yang kini berstatus tersangka kasus dugaan korupsi.

Alih-alih membalas sindiran sang putra secara langsung, pengacara kondang itu mengunggah video yang memperlihatkan aksi kemanusiaan timnya.

Melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (19/7/2026), Hotman mengumumkan adanya bantuan Rp500 juta untuk Yuvita Tri Rezeki, perempuan yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan selama tiga tahun.

"Kabar baik. Halo Yuvita Tri Rezeki, korban penyekapan selama tiga tahun oleh si laki-laki brengs** itu. Hari ini saya dapat kabar bahwa salah satu klien saya, konglomerat Pak Tahir, pemilik Mayapada Group dan Bank Mayapada, telah mengirimkan uang sebesar Rp500 juta ke rekening saya sebagai sumbangan dia untuk adinda Yuvita," ungkap Hotman.

Tak hanya mengunggah video tersebut, Hotman juga menuliskan keterangan yang diduga sebagai jawaban atas tudingan pencitraan yang dilontarkan Frank.

"Pencitraan?? Bantuan nyata dan terbukti!! Tim Hotman bergerak cepat bukan cuma di bidang hukum, tapi membantu aspek ekonomi korban!!

Apakah Anda mampu bergerak cepat seperti tim Hotman 911? Bukan marketing, justru klien Hotman para konglo dilibatkan untuk bantu korban Yuvita!

Bukan marketing, justru para klien konglo Hotman dilibatkan untuk bantu rakyat miskin," tulis Hotman.

Dipicu Keputusan Hotman Membela Febrie Adriansyah

Perseteruan ayah dan anak itu bermula setelah Hotman menyatakan bersedia menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah tanpa mengharapkan bayaran.

Hotman bahkan menegaskan bahwa keputusannya mendampingi mantan Jampidsus tersebut bukan dilandasi persoalan honor.

"Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Tarif bayaran saya super mahal di Indonesia. Itulah background-nya biar tahu," kata Hotman.

Pernyataan itu kemudian memicu reaksi keras dari Frank. Putra sulung Hotman tersebut mempertanyakan sikap ayahnya dan menyebut pengacara senior itu hanya melakukan pencitraan.

Kritik Frank disampaikan melalui media sosial dan ramai diperbincangkan publik.

"Halah kebanyakan pencitraan. Fritz married aja angpaonya lo ambil. Ala ala ga mau duit," tulis Frank.

Frank juga menilai kepedulian Hotman terhadap masyarakat kecil hanya dijadikan alat untuk membangun citra.

"Orang miskin itu cuma dijadiin senjata marketing aja. He never really care he only care about being center of attention," sindir Frank.

Sindiran tersebut menjadi sorotan publik lantaran muncul di tengah langkah Hotman yang kini resmi menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.

Alasan Hotman Paris Bawa-Bawa Nama Prabowo saat Bela Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Sebelumnya heboh Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengungkap alasan dirinya menyinggung nama Presiden Prabowo Subianto saat mendampingi mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang kini berstatus tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Hotman mengatakan keputusannya menjadi kuasa hukum Febrie bukan didorong oleh faktor materi.

Menurutnya, langkah tersebut muncul karena dirinya merasa terpanggil melihat sosok yang dinilainya menjadi kebanggaan Presiden Prabowo Subianto justru terseret persoalan hukum.

Hotman menilai Febrie memiliki kontribusi besar terhadap pengembalian aset dan kerugian negara.

"Dalam satu tahun pengembalian kerugian negara dapat Rp130 triliun. Ditambah Satgas PKH sekitar Rp300 triliun. Sudah Rp430 triliun yang kembali dan dibanggakan oleh Presiden,” kata Hotman.

Atas dasar itu, Hotman mengaku tidak rela jika, menurut pandangannya, kehormatan Presiden ikut terdampak oleh proses hukum yang menimpa salah satu bawahannya.

"Saya tidak rela marwah Bapak Presiden... tercoreng. Itulah alasannya saya terpanggil,” kata Hotman.

Ia juga menegaskan tidak menerima pendampingan perkara tersebut karena mengharapkan imbalan.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.