TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah video berdurasi singkat sukses memancing rasa penasaran publik setelah memperlihatkan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mendatangi sebuah rumah sederhana di Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Momen yang terjadi pada malam hari itu cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Banyak warganet bertanya-tanya mengenai tujuan kedatangan orang nomor satu di Kementerian Keuangan tersebut.
Sebab, rumah yang didatangi bukanlah rumah dinas, kediaman pejabat, maupun tokoh masyarakat setempat.
Hasil penelusuran di lapangan mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Rumah sederhana tersebut ternyata merupakan lokasi praktik pengobatan alternatif milik seorang terapis yang dikenal warga dengan sebutan Pak Totok.
Baca juga: Purbaya Bongkar Skema Modal Kopdes Merah Putih, Menkeu Siap Stop Kucuran Dana Jika BPKP Temukan Ini
Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan rumah yang berada di kawasan permukiman warga.
Purbaya kemudian turun dari kendaraan dan langsung memasuki rumah tersebut. Sementara itu, beberapa orang yang diduga merupakan ajudan maupun rombongan pengawal tetap berada di luar menunggu sang menteri menyelesaikan kunjungannya.
Cuplikan berdurasi sekitar 35 detik itu langsung memicu berbagai spekulasi di media sosial mengenai maksud kedatangan Menteri Keuangan ke lokasi tersebut.
Berdasarkan penelusuran TribunSolo.com, rumah yang menjadi lokasi kunjungan tersebut bukan kediaman pejabat ataupun tokoh penting di Sukoharjo.
Bangunan itu merupakan tempat praktik pengobatan alternatif milik Pak Totok yang telah lama dikenal masyarakat sekitar.
Tempat tersebut disebut cukup sering didatangi pasien dari berbagai daerah yang menjalani terapi tradisional untuk berbagai keluhan kesehatan.
Salah seorang warga sekitar bernama Sri (60) membenarkan bahwa Menteri Keuangan memang datang ke lokasi tersebut pada Jumat (17/7/2026) malam.
"Iya, kemarin Jumat malam Menteri Purbaya datang. Sekitar jam 7 malam kalau tidak salah," kata Sri saat ditemui TribunSolo.com, Senin (20/7/2026).
Sri sehari-hari berjualan makanan tidak jauh dari lokasi praktik pengobatan alternatif tersebut.
Baca juga: Menkeu Purbaya Kunjungi Yogyakarta, Keliling Alkid Bareng Sri Sultan HB X, Hibahkan 80 Becak Listrik
Menurut Sri, selama Purbaya berada di dalam rumah, para ajudan maupun rombongan memilih menunggu di luar.
Bahkan, mereka sempat memesan makanan dan minuman di warung milik Sri sembari menunggu kunjungan selesai.
"Pak Purbaya masuk, asisten atau rombongan nunggu di luar. Iya, pesan minuman dan makanan di sini," ujarnya.
Suasana di sekitar lokasi pun berlangsung relatif tenang tanpa adanya pengamanan berlebihan.
Sri mengatakan, kedatangan pejabat tinggi negara ke tempat praktik Pak Totok sebenarnya bukan sesuatu yang baru.
Menurutnya, lokasi pengobatan alternatif tersebut sudah cukup lama dikenal hingga beberapa kali menerima kunjungan tokoh penting dari berbagai daerah.
"Kalau tidak salah dulu juga pernah ada Menteri PUPR yang datang ke sini," tuturnya.
Hal itu menunjukkan bahwa tempat terapi tersebut telah memiliki reputasi tersendiri di kalangan masyarakat, bahkan hingga dikenal oleh sejumlah pejabat pemerintahan.
Baca juga: Kondisi Purbaya Yudhi Sadewa Disorot, Berat Badan Turun 9 Kg dan Sempat Disuntik 8 Kali
Sri menjelaskan, praktik pengobatan alternatif Pak Totok menerima berbagai jenis keluhan kesehatan.
Meski demikian, pasien yang datang paling banyak disebut mengalami gangguan saraf sehingga terapi tersebut cukup dikenal di kalangan masyarakat.
"Pengobatan semuanya bisa, tapi seringnya masalah saraf saja," jelas Sri.
Meski menjadi saksi kedatangan rombongan Menteri Keuangan, Sri mengaku tidak mengetahui secara pasti tujuan kunjungan tersebut.
Ia juga tidak bisa memastikan apakah Purbaya datang untuk menjalani terapi kesehatan, sekadar bersilaturahmi, ataupun memiliki keperluan lain.
Hingga kini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan maksud kedatangan Menteri Keuangan ke lokasi tersebut.
Namun demikian, video kunjungan itu telah lebih dulu menjadi perhatian publik karena memperlihatkan seorang pejabat tinggi negara mendatangi sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat praktik pengobatan alternatif di Kabupaten Sukoharjo.
***