Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pencarian terhadap pemuda berusia 19 tahun asal Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, yang dikabarkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo, dilanjutkan pada hari kedua, Senin (20/7/2026).
Sebanyak 75 personel gabungan SAR dan relawan dikerahkan untuk mencari keberadaan survivor.
Kalak BPBD Kabupaten Sragen Triyono Putro mengatakan, dalam pencarian hari kedua pihaknya mengerahkan sebanyak 75 personel.
"Hari ini kami kerahkan 75 orang dari gabungan SAR dan relawan di Sragen untuk mencari keberadaan survivor," kata Triyono, Senin (20/7/2026).
Baca juga: Niat Berendam di Sungai Berujung Petaka, Remaja 19 Tahun Tenggelam di Bengawan Solo Sragen
Baca juga: Kronologi Remaja Karanganyar Diduga Hanyut di Sungai Bengawan Solo, Berawal Antar Temui Pacar
Triyono mengatakan, pada pencarian hari kedua tim melakukan pencarian menggunakan perahu karet dan penyelaman.
Dia mengatakan, untuk pencarian menggunakan kapal LCR dilakukan penyisiran di titik lokasi.
"Kami menggunakan kapal LCR untuk melakukan penyisiran di titik lokasi dengan radius hingga 1 kilometer," kata dia.
Triyono mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
Dia mengatakan survivor bernama Irsad Rivai Muslih (19), warga Dukuh Gawan RT 012, Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, berenang bersama teman-temannya di aliran Sungai Bengawan Solo.
"Saat hendak berenang dan menyeberang sungai, diduga survivor tidak kuat sehingga meminta pertolongan. Salah satu teman survivor sempat berusaha menolong, namun karena panik, survivor akhirnya tenggelam dan terbawa arus sungai," ujar dia.
Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, lokasi kejadian masih dipenuhi relawan.
Terlihat mereka bersiap melakukan pencarian menggunakan perahu karet. (*)

