5.000 Ekor Lele Mati Mendadak, KDMP Desa Ngablak Boyolali Rugi Rp 5 Juta
Ryantono Puji Santoso July 20, 2026 02:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Sekitar 5.000 ekor ikan lele berusia 45 hari di kolam Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ngablak, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mati mendadak. 

Kejadian ini diketahui pada pada Kamis (16/7/2026).

 Saat kolam dikuras, ditemukan sebutir benda berwarna putih yang diduga kapur barus di dasar kolam.

Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 5 juta.

Polisi pun menyelidiki dugaan peracunan sebagai penyebab matinya ribuan ikan lele itu.

Kapolsek Wonosegoro IPTU Hidayat Seno Harjanto mengatakan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB saat salah seorang pengelola hendak memberikan pakan.

Namun, ikan di kolam nomor C5 terlihat mengambang dan tidak memberikan respons seperti ikan di kolam lainnya.

"Setelah kolam dikuras, ditemukan satu butir benda berwarna putih yang diduga kapur barus di dasar kolam," ujar Hidayat dalam keterangannya yang diterima TribunSolo.com, Senin (20/7/2026).

ILUSTRASI. Penampakan mobil pikap asal Mahindra Scorpio 4x4, untuk kendaraan dinas Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih (KDMP) sudah terlihat di Markas Kodim 0727 Karanganyar, Rabu (6/5/2026). Di Boyolali, ribuan lele mati diduga diracun.
ILUSTRASI. Penampakan mobil pikap asal Mahindra Scorpio 4x4, untuk kendaraan dinas Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/kel) Merah Putih (KDMP) sudah terlihat di Markas Kodim 0727 Karanganyar, Rabu (6/5/2026). Di Boyolali, ribuan lele mati diduga diracun. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Kumpulkan Alat Bukti

Atas temuan itu, polisi menduga benda tersebut berkaitan dengan matinya ribuan ikan lele.

Meski demikian, kepastian penyebab kematian ikan masih menunggu hasil uji laboratorium.

Petugas Polsek Wonosegoro bersama Unit Resmob Polres Boyolali telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti berupa satu butir kapur barus yang diduga digunakan, sampel air kolam, dan beberapa ekor ikan yang mati.

Baca juga: Cuma 2 Menit Bongkar AC, Aksi Pemulung Gasak Outdoor KDMP di Boyolali

Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan Puskesmas Wonosamodro, Puskeswan Karanggede, serta mengajukan pemeriksaan laboratorium ke Labkesda Kabupaten Boyolali.

Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih mengatakan penyidik masih mendalami kasus tersebut.

"Hasil uji laboratorium masih kami tunggu untuk memastikan penyebab kematian ikan. Penyidik juga terus mengumpulkan alat bukti guna mengungkap pelaku maupun motif dugaan peracunan ini," kata Winarsih.

Polres Boyolali mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.