SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Nasib Sriwijaya FC yang hingga kini dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi Liga 3 Nusantara 2026/2027 membuat kelompok suporter angkat bicara.
Ketua Harian Sriwijaya Mania (S-Man), Muhammad Fanca Syahputra, melontarkan seruan keras agar tiga tokoh Sumatera Selatan, Mohammad David, H Syahrial Oesman, dan M Yusuf Malaya, bersatu menyelamatkan klub kebanggaan masyarakat Sumsel tersebut.
Bahkan, Acik—sapaan akrab Muhammad Fanca Syahputra—secara terbuka berharap M Yusuf Malaya bersedia menjadi investor, bahkan mengambil alih atau mengakuisisi Sriwijaya FC jika memang diperlukan demi menyelamatkan Laskar Wong Kito.
"Bila perlu ambil alih atau akuisisi Sriwijaya FC saat ini, Pak Yusuf Malaya. Kami sebagai suporter Sriwijaya Mania menaruh harapan besar agar beliau menjadi investor yang benar-benar peduli terhadap persiapan tim menghadapi Liga 3 Nusantara," tegas Acik kepada Sripoku.com, Senin (20/7/2026).
Menurut Acik, M Yusuf Malaya merupakan sosok yang tidak asing di dunia organisasi dan olahraga. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Palembang Bersatu (PMPB) sekaligus Ketua Umum Bhayangkara Reborn.
Di organisasi PMPB juga terdapat mantan Gubernur Sumatera Selatan, H Syahrial Oesman, sebagai Dewan Pendiri.
"Sepak terjang beliau tidak perlu diragukan lagi. Kami yakin beliau memiliki kepedulian terhadap sepak bola Sumsel," ujarnya.
Soroti Persiapan Sriwijaya FC
Acik mengaku prihatin melihat kondisi Sriwijaya FC yang menurutnya hingga kini belum benar-benar rampung mempersiapkan tim menghadapi kompetisi Liga 3 Nusantara musim 2026/2027.
Di tengah situasi tersebut, ia memberikan apresiasi kepada Wakil Presiden Sriwijaya FC Mohammad David yang disebut tetap berada di garis depan memperjuangkan keberlangsungan klub.
"Kami bangga, terharu, dan berterima kasih kepada Kak David yang selalu menjadi garda terdepan untuk Sriwijaya FC. Jangan pernah tinggalkan Sriwijaya FC. Kami akan terus mengawal dan mendukung di mana pun tim ini bertanding," katanya.
Acik menegaskan Sriwijaya Mania tetap menaruh kepercayaan kepada Mohammad David yang juga menjabat Ketua Askot PSSI Palembang karena dinilai memiliki pengalaman panjang di dunia sepak bola.
Ia pun memasang target tinggi agar Sriwijaya FC hanya singgah semusim di Liga 3 sebelum kembali promosi ke Liga 2.
"Kami berharap Liga 3 hanya satu musim. Targetnya harus kembali ke Liga 2," ucapnya.
Kenang Era Emas Sriwijaya FC
Acik juga mengingatkan masyarakat terhadap kejayaan Sriwijaya FC saat dipimpin tokoh-tokoh Sumsel pada masa lalu.
Menurutnya, H Syahrial Oesman merupakan figur yang memiliki peran besar ketika Sriwijaya FC menorehkan sejarah sebagai klub pertama di Indonesia yang meraih gelar double winner pada musim 2007/2008.
"Semua masyarakat Sumsel tahu bagaimana sepak terjang Pak Syahrial Oesman. Di masa kepemimpinan beliau, Sriwijaya FC menjadi tim pertama yang meraih double winner dan dikenal hingga tingkat Asia," ujarnya.
• Efek Piala Dunia 2026 Luar Biasa! Pengamat: Dampak Motivasi dan Ekonomi untuk Atlet Indonesia
'Obat Penawar Rindu' Suporter
Acik optimistis apabila Mohammad David, H Syahrial Oesman, dan M Yusuf Malaya dapat bersatu, maka Sriwijaya FC memiliki peluang besar kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bahkan, ia menyebut ketiga tokoh tersebut sebagai "obat penawar rindu" bagi para suporter yang sudah lama menantikan kebangkitan Laskar Wong Kito.
"Kalau sudah bersatu Pak Yusuf Malaya, Pak Syahrial Oesman, dan Kak David di Sriwijaya FC, insyaallah Sriwijaya FC bisa kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia dan menjadi juara," pungkas Acik.