TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU – Pelaksanaan Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau resmi diawali dengan Misa Syukur yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Sekadau, Jalan Merdeka Timur, Kecamatan Sekadau Hilir, Senin 20 Juli 2026.
Kegiatan yang dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Sekadau, Dewan Adat Dayak (DAD), paguyuban, serta masyarakat tersebut menjadi pembuka rangkaian Gawai Dayak XV yang akan digelar di Rumah Betang Youth Center Sekadau pada 21 hingga 25 Juli 2026.
Baca juga: DAD Sekadau Ajak Masyarakat Ramaikan Pekan Gawai Dayak XV 2026, Catat Rangkaian Acaranya
Bupati Sekadau, Aron, mengatakan Misa Syukur merupakan tradisi yang selalu dilaksanakan setiap tahun sebelum pelaksanaan Gawai Dayak.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sekaligus doa bersama agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses.
“Ini merupakan kegiatan yang selalu kita laksanakan setiap tahun"
"Sebelum gawai dimulai, kita mengadakan misa syukur di Rumah Dinas Bupati sebagai ungkapan syukur dan memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Aron.
Baca juga: Kabag Ops Polres Sanggau Pimpin Pengamanan Penutupan Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII, Aman & Meriah
Usai pelaksanaan misa, pemerintah daerah bersama DAD, paguyuban, dan para Ketua DAD kecamatan melanjutkan rapat koordinasi guna mematangkan berbagai persiapan penyelenggaraan.
Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah agenda penting, termasuk penentuan calon tuan rumah Gawai Dayak untuk tahun berikutnya.
Menurut Aron, Gawai Dayak tidak hanya menjadi perayaan budaya tahunan masyarakat Dayak, tetapi juga memiliki makna yang lebih luas sebagai momentum mempererat persatuan, memperkuat identitas budaya, serta melestarikan adat istiadat yang diwariskan turun-temurun.
Baca juga: Lomba Menyumpit Ramaikan Gawai Dayak Nosu Minu XXII, Warisan Leluhur yang Terus Dijaga di Sanggau
Ia berharap pelaksanaan Gawai Dayak XV tahun ini dapat berjalan maksimal dan memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun para tamu yang datang dari berbagai daerah.
“Gawai Dayak bukan hanya ajang bersyukur, tetapi juga kesempatan memperkenalkan budaya Dayak kepada dunia luar serta menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang ke Kabupaten Sekadau,” katanya.
Aron menilai keberhasilan penyelenggaraan Gawai Dayak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah daerah, DAD, paguyuban, serta seluruh elemen masyarakat.
Baca juga: Polres Sanggau Maksimalkan Pengamanan, Hari Kedua Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXII Berlangsung Aman
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga eksistensi budaya Dayak di tengah perkembangan zaman.
Meski saat ini pemerintah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, Aron menegaskan komitmen Pemkab Sekadau untuk tetap mendukung pelaksanaan Gawai Dayak sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.
“Kami tetap berusaha agar kegiatan Gawai Dayak mendapat dukungan"
"Ini adalah wajah Kabupaten Sekadau dan bagian dari komitmen kita dalam menjaga adat dan budaya yang diwariskan para leluhur,” tuturnya.
Baca juga: Hadapi Lonjakan Permintaan Saat Gawai Dayak, Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Pemerintah Kabupaten Sekadau optimistis Gawai Dayak XV akan berlangsung meriah, sukses, dan semakin memperkuat posisi Sekadau sebagai salah satu daerah yang kaya akan tradisi serta budaya Dayak di Kalimantan Barat.