Nol Shot on Target! Fans Spanyol di Pontianak Takjub Lihat Messi Cs Dikunci Mati Skuad Matador
Rivaldi Ade Musliadi July 20, 2026 02:29 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tim Nasional Spanyol resmi menobatkan diri sebagai raja sepak bola baru setelah sukses menumbangkan Argentina di partai final Piala Dunia FIFA 2026. 

Kemenangan dramatis ini memicu euforia luar biasa bagi para pendukungnya di tanah air, termasuk di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Salah satu warga Pontianak sekaligus fans berat La Roja, Luqman, mengaku sangat terkejut sekaligus bangga melihat dominasi mutlak yang ditunjukkan oleh Spanyol sepanjang laga puncak tersebut.

"Jujur saya tak menyangka Spanyol bisa membuat tim sekelas Argentina benar-benar tak berdaya di lapangan. Apalagi kalau kita melihat statistik pertandingannya, itu sangat luar biasa dan gila keras. Spanyol benar-benar mendominasi dari awal sampai akhir," ungkap Luqman dengan penuh semangat kepada Tribun Pontianak, Senin 20 Juli 2026.

Argentina Dibuat Tak Berkutik Tanpa Shot on Target

Ucapan Luqman bukan tanpa alasan. 

Berdasarkan data statistik resmi di atas lapangan, Spanyol memang tampil sangat superior. 

Skuad asuhan Luis de la Fuente menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen, sedangkan Argentina hanya kebagian 32 persen.

Agresivitas serangan La Roja juga terbukti mengerikan dengan melepaskan total 20 tembakan, di mana 11 di antaranya tepat sasaran (shots on target). 

• Prediksi Wakil Bupati Sekadau Subandrio Tepat! Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Sebaliknya, lini pertahanan Spanyol tampil begitu solid hingga membuat Argentina frustrasi dan hanya mencatatkan 3 tembakan tanpa satu pun yang mengarah ke gawang (0 shot on target).

Dominasi operan Spanyol juga tak tandingi, yakni melepas 803 operan dengan akurasi operan mencapai 90 persen, berbanding terbalik dengan Argentina yang mengemas 445 operan dengan akurasi 78 persen.

Spanyol juga mencatat 9 tendangan sudut, sementara Argentina hanya 4.

Laga keras ini juga diwarnai hujan pelanggaran.

Argentina melakukan 24 kali pelanggaran dan harus bermain dengan 10 orang setelah Enzo Fernandez diganjar kartu merah (kumulasi 5 kartu kuning dan 1 kartu merah untuk tim). 

Sementara Spanyol melakukan 21 pelanggaran secara bersih tanpa satu pun kartu peringatan.

Kebuntuan panjang di Stadion New York New Jersey akhirnya pecah pada babak perpanjangan waktu di menit ke-106. 

Pemain pengganti, Ferran Torres, melepaskan tembakan fantastis ke sudut atas gawang Argentina yang mengubah skor menjadi 1-0 sekaligus menyegel trofi emas Piala Dunia.

Perjalanan Sempurna Spanyol Menuju Takhta Juara

Gelar juara dunia ini merupakan buah dari konsistensi dan perjuangan spektakuler Spanyol sejak fase grup:

Babak Penyisihan Grup: Sempat ditahan imbang 0-0 oleh tim debutan Tanjung Verde di laga pembuka, Spanyol langsung bangkit menggilas Arab Saudi 4-0 lewat gol perdana Lamine Yamal.

Langkah ke babak gugur dipastikan setelah menang tipis 1-0 atas Uruguay berkat gol Alex Baena.

Babak 32 Besar & 16 Besar: Di babak 32 besar, dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro membungkam Austria 3-0. 

Berlanjut ke babak 16 besar, giliran Portugal yang dipulangkan lewat gol larut Mikel Merino dengan skor 1-0 setelah Unai Simon sukses meredam Cristiano Ronaldo.

Perempat Final & Semifinal: Tren positif berlanjut dengan menumbangkan Belgia 2-1 di perempat final melalui gol Fabian Ruiz dan gol penentu dari sang super-sub Mikel Merino. 

Di semifinal, Spanyol meredam perlawanan Prancis 2-0 lewat eksekusi penalti Oyarzabal dan gol kedua dari Pedro Porro.

Perjalanan spektakuler ini ditutup dengan ciuman manis para punggawa Spanyol pada trofi paling didambakan di dunia sepak bola, sekaligus mengukir tinta emas sejarah baru bagi publik Matador. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.