TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Rektor Universitas Mercu Buana Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng., mengatakan perguruan tinggi kini tidak lagi cukup berperan sebagai lembaga pendidikan.
Kampus juga perlu menjadi pusat riset dan inovasi yang mampu menjembatani kebutuhan industri dengan arah kebijakan pemerintah.
"Perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus simpul kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan solusi nyata bagi peningkatan daya saing bangsa," ujarnya di Simposium Nasional Forum Inovasi Ekonomi dan Bisnis (SIMFONI) 2026 yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana di Jakarta.
Menurut Andi, transformasi sektor pangan dan energi tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi.
Perusahaan juga dituntut memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, mengelola risiko secara lebih adaptif, serta membangun kemitraan yang mampu menciptakan nilai tambah dalam jangka panjang.
Tema tersebut dinilai semakin relevan karena pangan dan energi merupakan dua sektor yang memiliki efek berantai terhadap perekonomian nasional.
Ketersediaan pangan memengaruhi stabilitas harga dan inflasi, sementara pasokan energi menjadi penopang aktivitas industri, investasi, hingga daya saing ekspor.
Dalam forum tersebut, para akademisi dan praktisi juga menilai bahwa penerapan prinsip ESG kini bukan lagi sekadar pemenuhan regulasi atau bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Baca juga: Indonesia Diproyeksi Masuki Era Penduduk Menua, Wamendiktisaintek Minta Kampus Segera Berubah
Di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap aspek keberlanjutan, ESG telah berkembang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi akses pendanaan, kepercayaan pasar, hingga daya saing perusahaan.
Karena itu, strategi korporasi perlu bergeser dari sekadar mengejar pertumbuhan jangka pendek menjadi membangun nilai jangka panjang melalui inovasi, tata kelola yang akuntabel, dan model bisnis yang lebih berkelanjutan.
Diskusi menghadirkan Prof. Drs. Bernardinus M. Purwanto, M.B.A., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Roy H.M. Sembel, M.B.A., Ph.D. dari IPMI International Business School, Prof. Dr. Wiwik Utami, Ak., M.Si., CA dari Universitas Mercu Buana, serta Presiden Komisaris PT Karunia Multifinance Dr. Drs. Johansyah Anwar, BBA., MBA (USA), CPAE (UK).
Baca juga: Riset Kampus Didorong Tak Sekadar Publikasi, tetapi Mampu Menjawab Kebutuhan Industri
Selain membahas strategi korporasi, forum juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, regulator, dan dunia usaha agar hasil riset lebih cepat diterapkan dalam industri.
Pendekatan tersebut dinilai dapat menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta menjaga daya saing ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.