Terpopuler: Pelajar Ditolak Naik Pesawat-Tertahan 6 Minggu di Italia
GH News July 20, 2026 03:08 PM
Jakarta -

Seorang pelajar asal Inggris tertahan di Italia selama enam pekan saat berkunjung di rumah neneknya. Remaja berusia 15 tahun itu ditolak naik pesawat akibat aturan baru Pemerintah Inggris.

Aturan baru itu mewajibkan warga berkewarganegaraan ganda menggunakan paspor Inggris saat masuk ke negaranya. Kasus yang terjadi pada bulan April itu menjadi salah satu dari sejumlah insiden serupa sejak aturan Home Office mulai berlaku pada Februari.

Mengutip, berdasarkan kebijakan tersebut, warga negara Inggris dengan kewarganegaraan ganda harus menunjukkan paspor Inggris, baik yang masih berlaku maupun sudah kedaluwarsa atau certificate of entitlement.

Tanpa dokumen tersebut, maskapai, kereta, maupun feri dapat menolak penumpang menuju Inggris.

Ayah pelajar itu, Rowan Somerville, mengecam Home Office dan Kementerian Luar Negeri Inggris (FCDO) karena dinilai gagal membantu putrinya pulang. Menurutnya, keluarganya justru dibuat bingung untuk berkoordinasi dari satu instansi ke instansi lain saat mencari solusi.

"Kedutaan Besar, Home Office, dan Kementerian Luar Negeri saling melempar tanggung jawab kepada kami," kata Somerville.

Ia menilai kebijakan tersebut telah merugikan banyak orang. "Mereka sedang mempermainkan hidup orang lain, termasuk pendidikan seorang anak. Ini sangat memuakkan," kata dia.

Somerville mengatakan putrinya juga tidak bisa memperoleh paspor darurat karena sebelumnya belum pernah memiliki paspor Inggris. Akibatnya, remaja tersebut harus absen sekolah selama enam minggu.

Perwakilan sekolah sampai mengirim surat kepada pemerintah karena khawatir dengan lamanya siswi itu tidak mengikuti kegiatan belajar.

Hingga setelah berhasil pulang, perjuangan keluarga Somerville belum selesai. Mereka masih harus menunggu sekitar tiga bulan untuk mendapatkan paspor Inggris, padahal situs resmi Pemerintah Inggris menyebut prosesnya hanya memakan waktu sekitar tiga minggu.

Somerville menyebut proses tersebut sebagai mimpi buruk birokrasi. Ia bahkan mengaku pernah dihubungi petugas yang mengatakan mereka tidak lagi bisa berkomunikasi dengannya karena putrinya telah berusia 16 tahun.

"Saya sudah berbicara dengan 14 orang berbeda di kantor mereka. Alih-alih menyelesaikan masalah, mereka justru menelepon untuk memberi tahu bahwa mereka tidak bisa berbicara dengan saya. Sulit dipercaya," ujarnya.

Berita terpopuler detikTravel, Minggu (20/7/2026):

Tim detikTravel
Jurnalis detikcom. Tim detikTravel berbagi inspirasi perjalanan, panduan destinasi, dan pengalaman wisata yang dikemas informatif serta autentik.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.