Partai puncak pada hari Minggu gagal memenuhi ekspektasi besar yang menyelimutinya. TOI meninjau sejumlah faktor yang membuat laga ini berakhir membosankan.
Pendekatan Argentina
Sejak awal, rencana permainan Argentina tampak jelas: jangan biarkan Spanyol menguasai bola terlalu lama dan lakukan pelanggaran taktis untuk memutus ritme umpan mereka. Strategi ini menghasilkan final yang berat sebelah, dan hal itu tergambar jelas dalam satu statistik mengejutkan: Argentina menjadi tim pertama dalam sejarah final Piala Dunia yang tidak melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit permainan.
Spanyol Kehilangan Ketajaman di Depan Gawang
Seperti yang diperkirakan, La Roja mendominasi penguasaan bola dengan 68%, tetapi untuk sebagian besar pertandingan, mereka gagal mengubah dominasi itu menjadi peluang mencetak gol yang nyata. Rodri tetap menjadi sosok penting dalam upaya Spanyol untuk mengontrol permainan, tetapi tim asuhan Luis de la Fuente harus bersabar menghadapi pendekatan defensif ketat sang juara bertahan.
Messi yang Frustrasi
Lionel Messi hanya menyentuh bola sebanyak 15 kali di babak pertama dan total 54 kali sepanjang pertandingan. Lini tengah Spanyol yang dikomandoi Rodri memastikan bahwa Messi tidak pernah mendapatkan bola di area berbahaya. Upayanya untuk menghubungkan permainan dengan rekan setim pun tidak berjalan efektif.
Duet Bintang yang Tak Menyala
Salah satu subplot paling menarik yang dinantikan penggemar adalah pertarungan simbol masa lalu dan masa kini FC Barcelona — Lionel Messi melawan Lamine Yamal. Namun dalam final yang membutuhkan momen magis, keduanya gagal menunjukkan pengaruh mereka di lapangan.