TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan terus melanjutkan program Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang pertama kali dijalankan di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.
Namun, konsep pembangunannya akan diubah agar lebih mudah dijangkau oleh warga Jakarta.
Pramono bilang, RPTRA ke depan tidak lagi harus dibangun dalam skala besar dan Pemprov DKI akan memanfaatkan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang tersedia agar ruang bermain anak bisa hadir lebih dekat dengan kawasan permukiman.
Langkah itu diambil sebagai upaya memperbanyak ruang terbuka yang aman, hijau, dan nyaman bagi anak-anak di Jakarta.
Pramono mengungkapkan, hingga saat ini Pemprov DKI telah renovasi ratusan RPTRA di berbagai wilayah Jakarta.
Meski demikian, pembangunan berikutnya akan menggunakan konsep yang lebih fleksibel sehingga tidak terkendala ketersediaan lahan.
“Untuk RPTRA di Jakarta ini yang terakhir kita bangun kembali 324 RPTRA. Jadi kita terus akan melanjutkan dan seperti yang berulang kali kami sampaikan, untuk RPTRA tidak lagi dengan konsep yang besar-besar,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, keberadaan lahan fasos maupun fasum dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan ruang bermain baru tanpa harus menunggu pembangunan kawasan yang luas.
“Apa pun, terutama kalau kemudian ada fasos-fasum yang bisa dibuat untuk RPTRA, saya mendorong untuk segera dilakukan itu,” ujarnya.
Pramono menegaskan, penambahan RPTRA merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI menjadikan Jakarta sebagai kota yang semakin ramah anak.
Ia ingin setiap wilayah memiliki ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk bermain, berolahraga, maupun beraktivitas bersama keluarga.
“Karena bagi saya, ingin Jakarta ruang bermainnya lebih banyak, lebih hijau, lebih nyaman, lebih aman, dan bagi siapa pun bisa memanfaatkan itu,” tuturnya.
Menurut Pramono, konsep tersebut juga diharapkan membuat keberadaan RPTRA semakin merata sehingga warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan ruang publik yang layak bagi anak-anak.