Pemkot Tasikmalaya Bakal Potong Anggaran TPP dan Perjalanan Dinas ASN
Dedy Herdiana July 20, 2026 03:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat berencana akan memotong tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN dan belanja pada APBD Perubahan Tahun 2026.

Hal ini menyusul, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tahun 2026 mengalami defisit sampai Rp 180 miliar.

Kondisi ini disebabkan jumlah transfer pusat dan provinsi berkurang akibat penurunan fiskal daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun, dan wacana belanja tercatat tidak sebanding dengan jumlah anggaran yang dimiliki Pemkot Tasikmalaya selama ini.

Solusinya, Pemkot Tasikmalaya berencana akan memotong tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN dan belanja yang dinilai konsumtif lainnya seperti perjalanan dinas pada APBD Perubahan Tahun 2026.

Rencananya akan mulai diberlakukan rencana pemotongan penyesuaian untuk menutup defisit anggaran mulai bulan Juli sampai September 2026.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Beri Pantun Usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026

"Fokusnya bukan di TPP saja, karena ada beberapa memang yang kita re prioritas termasuk juga hal lain program prioritas daerah. Tapi kita masih hitung-hitungan dengan TAPD," ucap Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan usai memimpin rapat pimpinan (rapim), Senin (20/7/2026).

Selain itu, untuk rencana pemotongan TPP masih dipertimbangkan sekaligus berembug dengan TAPD. Karena bukan hanya TPP tapi perlu melihat re prioritas lainnya.

"Kita masih hitung-hitungan dengan TAPD dan tidak merata, tapi beberapa aspek kita lakukan re prioritas bukan pemotongan, baik segi program dan re prioritas dari nominal besaran anggaran. Jadi Kita pindah-pindahkan, mana yang kita tunda, mana yang memang dilanjutkan," kata Viman.

Ditanyai soal rencana pinjam ke pusat, Viman menyebut hal tersebut harus direncanakan sejak awal dan tidak pada waktu tahun berjalan.

"Cara pinjam ga bisa seperti itu, dan tidak di tahun berjalan, tapi harus direncanakan tahun depan. Tapi tahun berjalan juga pinjam ke bank untuk menutup cash flow bukan untuk infrastruktur," jelasnya.

Viman melihat beberapa daerah sudah meminjam saat tahun berjalan, ternyata tantangan besar, dan harus melakukan pembayaran yang cukup besar.

"Untuk di tahun depan ada rencana kita akan melakukan ada dua opsi, yakni pinjaman dan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBI). Karena kita terbuka dengan swasta mengajak semua pihak yang ingin berinvestasi di Kota Tasikmalaya," ungkap Viman.(*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.